മാനേജമെന് ORAGANISASI
Manajemen
bukanlah ilmu murni, tetapi merupakan aplikasi science induknya adalah
Ilmu Administrasi. Istilah manajemen sendiri bisa berarti macam-macam
meskipun ilmu manajemen sering diartikan sebagai ilmu pengelolaan. Pada
materi ini akan kita batasi artinya dalam pengertian yang umum, yaitu
suatu proses pengelolaan kegiatan dari suatu program.
Adapun 3 unsur pokok manajemen adalah:
1. Administrasi
2. Organisasi
3. Manajemen (itu sendiri)
Administrasi secara sempit diartikan sebagai suatu usaha, pengarsipan, tulis menulis, catat mencatat, dll.
Administrasi secara luas dibagi atas administrasi pemerintahan dan swasta.
Proses
administrasi sendiri sering diartikan sebagai satu bentuk kerjasama
antara dua orang atau lebih. Sedang pada penjabaran yang lebih luas
dengan banyaknya anggota yang dihimpun untuk mencapai tujuan yang lebih
besar diperlukan tempat/wadah yang disebut organisasi.
Jadi
pengertian organisasi adalah Suatu tempat atau wadah yang dapat dipakai
oleh anggota untuk menghimpun para anggota dalam mencapai tujuan yang
lebihh besar.
Langkah-langkah penyusunan organisasi
1. Job Analysis
2. Reqruitment
3. Job description
Organisasi dibagi 2:
1. Formal,
adalah suatu wadah yang di dalamnya terdapat susunan kepengurusan
terstruktur dan masing-masing mempunyai tugas yang jelas dan program
yang sistematis (di kalangan NU umumnya disebut jam’iyyah).
2. Non
Formal, adalah wadah orang-orang yang mempunyai tujuan bersama namun
tidak mempunyai struktur yang baku, dan tidak ada tugas yang sistematis.
(di kalangan NU umumnya disebut jama’ah).
Biasanya
organisasi formal akan memberikan perubahan terhadap anggotanya, juga
perubahan sosial terhadap organisasi sendiri antara lain:
· Perubahan peranan dan tujuan organisasi
· Membesarnya ukuran dan kompleksitas organisasi
· Tujuan organisasi menjadi lebih komplek dan sukar
· Penggunaan teknologi yang maju
· Adanya bentuk organisasi yang baru
· Perubahan pandangan terhadap manusia
Manajemen diartikan sebagai ilmu pengelolaan (seperti yang tersebut di atas) memiliki beberapa komponen 5M, yaitu: Man, Method, Money, Machine, dan Material.
Secara umum fungsi-fungsi pokok manajemen dirumuskan oleh George Terry sebagai 4P, yaitu Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pelaksanaan (Actuating), dan Pengendalian (Controlling).
Tetapi banyak juga para ahli yang lain yang mempunyai pendapat berbeda
tentang fungsi-fungsi manajemen, meskipun pada intinya sama. Hanya ada
beberapa tambahan atau pengurangan dalam beberapa hal.
Fungsi-fungsi pokok dari manajemen yang harus dilaksanakan adalah:
1. Planning
(merencanakan), merancang hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam
pembentukan suatu badan, termasuk di dalamnya survey kebutuhan dan
rancang bangun media yang digunakan serta jadwal kerja dan teknis
administrasi.
2. Organizing (mengorganisasi), membentuk kelompok yang sekaligus memberi pembagian kerja antar anggota kelompok.
3. Actuating (melaksanakan),
sudah merupakan fungsi langsung dari suatu proses. Pada tahapan ini
sesungguhnya tanggung jawab para anggota sudah mulai dirasakan
manfaatnya.
4. Controlling (mengendalikan),
mengamati jalannya proses yang terjadi dari pelaksanaan yang ada untuk
kemudian memberi masukan atau melakukan perbaikan (evaluasi).
PERAN IPNU DAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI
Kembalinya
Ikatan Putra Nahdlatul Ulama ke Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang di
hasilkan pada kongres di Surabaya XIV tahun 2003 dan di mantapkan pada
kongres di Jakarta tahun 2006, menjadi prasasti sejarah bagi era baru
perjuangan IPNU merambah dunia pendidikan. Implikasi
dari perubahan orientasi kembali ke pelajar adalah memperjuangkan
terpenuhinya hak-hak pelajar. Tidak sekedar melakukan proses kaderisasi
melalui institusi pendidikan, lebih dari sekedar itu harus terumuskan
pula secara filosofi, strategi memperjuangkan dunia pendidikan Indonesia
di era globalisasi saat ini. Dunia pendidikan saat ini memasuki ruang
kehawatiran (gelap), pribadi pendidikan di negeri ini dis-orientasi,
akibatnya target pendidikan kehilangan arah. Mulai dari regulasi yang
tidak berpihak pada rakyat, kurikulum yang tidak konstektual, manajemen
yang tidak transparan, serta sarana prasarana yang tidak memadai.
Pola pikir masyarat saat ini beruba orentasi tentang makna pendidikan, masyarakat sekarang instan berpikir tentang pendidikan. Pendidikan
(sekolah atau kuliah) semata hanya untuk mendapatkan pekerjaan.
Disinilah bangunan berpikir masyarakat kita telah berorentasi pada
pasar. Tujuan
pendidikan menjadi dangkal, karena hanya berorentasi pada kerja sesuai
dengan pangsa pasar. Sementara, makna proses dari pembelajaran untuk
mengasah kreativitas dalam karangka ilmiah dan akademik semakin kabur.
Hal ini lebih disebabkan oleh nalar berpikir masyarakat kita yang
pragmatis sebagai konsekuensi dari keberhasilan kapitalisme di negara
dunia ketiga (baca:negara berkembang). Pendidikan menjadi aset penting
bagi kemajuan sebuah bangsa. Karena dengan pendidikan, masyarakat akan
tercerahkan, ”melek” pengetahuan dan mampu mencipta dan berkreasi untuk
perubahan menuju keadaan yang lebih baik atas negeri ini. Patut
disayangkan, upaya menuju tercapainya cita-cita pendidikan tersebut
terseret arus globalisasi, yang sekali lagi justru mengerdilkan makna
pendidikan.
IPNU
harus mampu menyelami ruang batin dunia pendidikan kita. Tanggung jawab
sejarah tersebut harus terus diperjuangkan jika tidak ingin organisasi
kepelajaran ini dianggap latah dalam menghadapi tantangan global.
Lantas, dengan apa IPNU akan bergerak? Paling tidak, IPNU memiliki basis
ideologi yang kaya. Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) seharusnya mampu
menjadi semangat perjuangan untuk mendapatkan hak-hak pendidikan bagi
pelajar Indonesia
ലടര് ബെലകന്ഗ് IPNU
Latar Belakang Pendirian IPNU
Setahun
sebelum Pesta demokrasi atau Pemilu yang pertama kali di Indonesia,
tepatnya pada tanggal 24 Februari 1954 M. atau 20 Jumadil Akhir 1373 H.
lahirlah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang dilatar belakangi oleh
adanya kebutuhan wadah pengkaderan bagi generasi muda NU yang bersumber
dari kalangan pesantren dan pendidikan umum, yang diharapkan dapat
berkiprah di berbagai bidang, baik politik, birokrasi,
maupun bidang-bidang profesi lainnya. Pada awalnya embrio organisasi ini
adalah berbagai organisasi atau asosiasi pelajar dan santri NU yang
masih bersifat lokal dan parsial.
Sebagai
badan otonom NU, keberadaan IPNU tidak bisa dilepaskan dari grand
design NU, karena itu IPNU dituntut untuk senantiasa mengembangkan peran
dan fungsinyan untuk fungsi peran dan pelaksana kebijakan dan program
NU yang berkaitan dengan masyarakat santri, pelajar, dan mahasiswa.
Sebagai konsekuensinya IPNU sebagai garda depan kaderisasi dalam tubuh
NU sekaligus mengemban tugas untuk menyosialisasikan nilai-nilai dan
ajaran-ajaran NU dalam kehidupan anggotanya.
Konsep Islam tentang Generasi Muda
Para
ahli memberi gambaran yang berbeda-beda mengenai batasan pemuda. Untuk
itu di bawah ini diberikan gambaran batasan usia pemuda dilihat dari
kepentingan agama dan sosial sebagai berikut:
1. Dilihat dari kepentingan kehidupan sosial, dapat dibedakan menjadi 3 kategori:
a. Siswa usia antara 6-18 tahun
b. Mahasiswa usia antara 18-25 tahun
c. Pemuda di luar sekolah usia antara 15-30 tahun
2. Menurut ilmu jiwa agama, batasan pemuda antara usia 13-24 tahun
Dengan
demikian kita dapat mengetahui posisi pemuda sehingga dalam tindakan
dan berfikir akan dapat menganalisa dengan tepat sehingga nantinya dapat
mencarikan jalan keluarnya.
Untuk lebih jelasnya di bawah ini kita beri gambaran secara singkat tentang ciri-ciri kehidupan pemuda sebagai berikut:
- Kemurnian idealisme
- Keberanian dan keterbukaannya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan baru.
- Semangat pengabdian
- Spontanitas dan dinamikanya
- Inovasi dan kreativitasnya
- Keinginan-keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
- Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan kepribadian yang mandiri
- Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang didapat merelevansikan pendapat, sikap dan tindakannya dengan kenyataan-kenyataan yang ada
I. Sejarah lahirnya IPNU
Berawal dari ide para putra Nahdlatul Ulama, yakni pelajar dan santri pondok pesantren untuk mendirikan suatu kelompok atau perkumpulan .
· Pada tahun 1939 lahir PERSANO (Persatoean Santri Nahdlatoel Oelama).
· Pada tahun 1947 Lahir IMNU (Ikatan Murid Nahdlatul Ulama) di Malang.
· Pada tahun 1950 berdiri IMNU (Ikatan Mubaligh Nahdlatul Ulama di Semarang.
· PARPENO (Persatoean Pelajar Nahdlatoel Oelama) di Kediri.
· Di Bangil berdiri Ikatan Pelajar Islam Nahdlatul Ulama.
Namun organisasi-organisasi yang telah berdiri di atas masih berjuang sendiri-sendiri dan tidak mengenal di antara satu sama lain.
Bertitik tolak dari kenyataan tersebut, maka Almarhum Tholcha Mansyur (Malang), Sofyan Cholil (Jombang), H. Mustamal (Solo) bermusyawarah untuk mempersatukan organisasi-organisasi tersebut dalam satu wadah, satu nama dan satu faham dengan nama IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) saat berlangsung kongres LP Ma’arif di Semarang pada tanggal 24 Februari 1954/20 Jumadil akhir 1373 Hijriyah.
Pada kongres ke VI di Surabaya IPNU menjadi badan otonom NU (Nahdlatul Ulama). Sehingga IPNU Berhak mengatur rumah tangganya sendiri baik ke luar maupun ke dalam, tidak lagi tergantung kepada kebijakan LP Ma’arif.
Pada perkembangan selanjutnya IPNU berubah nama menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama saat kongres ke X di Jombang disebabkan organisasi pelajar yang diakui pemerintah hanya OSIS sebagai organisasi intra sekolah dan Pramuka sebagai organisasi ekstra sekolah. Sehingga ladang garap IPNU tidak hanya pelajar dan santri saja, tetapi juga pemuda, remaja dan mahasiswa.
Di dalam kongres XIV tanggal 18 – 24 Juni 2003 di Surabaya IPNU sepakat untuk kembali ke habitatnya semula dengan berganti nama menjadi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dengan orientasi pelajar, santri dan mahasiswa.
Lahirnya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan wadah pengkaderan bagi generasi muda NU yang bersumber dari kalangan pesantren dan pendidikan umum, yang diharapkan dapat berkiprah di berbagai bidang, baik politik (kebangsaan), birokrasi, maupun bidang-bidang profesi lainnya. Pada awalnya embrio organisasi ini adalah berbagai organisasi atau asosiasi pelajar dan santri NU yang masih bersifat lokal dan parsial.
II. Tujuan Organisasi
Terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah swt., berilmu, berakhlaq mulia, dan berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegaknya syariat Islam menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Di bidang pendidikan IPNU mempunyai tujuan:
· Untuk memelihara rasa persatuan dan kekeluargaan di antara pelajar umum, santri dan mahasiswa.
· Membina dan meningkatkan pendidikan dan kebudayaan Islam.
· Meningkatkan harkat masyarakat Indonesia yang berasusila dan mengabdi kepada agama, bangsa dan negara.
III. Trilogi IPNU
Konsep dasar perjuangan IPNU di masyarakat pelajar
Belajar – Berjuang – Bertaqwa
IV. Lambang Organisasi
Gambar Logo IPNU

Makna Logo
Warna dasar hijau tua: Subur
Bentuk bulatan: Kontinyu (berkesinam-bungan)
Lingkaran dasar putih Lingkaran tengah kuning: Hikmah dan cita-cita tinggi
Huruf IPNU putih: Suci
3 titik di antara singkatan IPNU: Islam, Iman, Ihsan
6 garis strip (kanan 3 dan kiri 3) putih: Suci
9 bintang kuning: Lambang NU
2 kitab putih: Al-Qur’an dan Al-Hadits
2 bulu angsa bersilang putih: Menuntut ilmu agama dan ilmu umum
5 sudut bintang: Rukun Islam
V. Citra Diri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama
Citra diri IPNU & IPPNU dilandasi oleh pokok-pokok pikiran bahwa manusia bertanggung jawab melaksanakan misi khalifah, yaitu memelihara, mengatur, dan memakmurkan bumi.
Makna dan fungsi manusia sebagai khalifah memiliki dua dimensi, yaitu dimensi sosial (horizontal) dan dimensi ilahiah (vertikal)
· Sosial bermakna mengenal alam, memikirkannya, dan memanfaatkan alam demi kebaikan dan ketinggian derajat manusia sendiri.
· Ilahiah yaitu mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di hadapan Allah SWT.
Secara sosiologis manusia merupakan suatu komunitas yang memiliki nila-nilai kemanusiaan (moral, nilai sosial dan nilai keilmuan)
VI. Kondisi IPNU Sebelum Khitthah NU
IPNU telah melangkah menuju kemajuan dan kiprahnya telah diakui masyarakat. Namun pada perkembangannya tidak dapat mencapai puncak programnya, karena NU sebagai organisasi induknya pada saat itu masih terbawa arus politik sehingga ummat tidak menjadi perhatian utama.
VII. Kondisi IPNU Pasca Khitthah NU
Perkembangan pasca khittah NU dan Kongres Jombang sangat menggembi-rakan karena khittah mampu mencipatkan iklim yang kondusif bagi pengem-bangan organisasi.
Namun IPNU menyadari bahwa sumbangannya sendiri dan masyarakat luas belum banyak. Dan generasi muda sebagai tenaga potensial pembangunan nasional membutuhkan pembinaan, maka IPNU memandang mendesak adanya konsep Citra Diri IPNU dalam rangka meningkatkan keperansertaannya dalam pembangunan bangsa.
VIII. Hakikat IPNU
IPNU adalah wadah perjuangan pelajar NU untuk mensosialisasikan komitmen, nilai-nilai kebangsaan, keislaman, keilmuan, kekaderan, dan keterpelajaran dalam upaya penggalian dan pembinaan potensi sumberdaya anggota yang senantiasa mengamalkan kerja nyata demi tegaknya ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamah dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
IX. Orientasi IPNU
Orientasi IPNU berpijak pada kesemestaaan organisasi dan anggotanya untuk senantiasa menempatkan pergerakan pada zona keterpelajaran dengan kaidah belajar, berjuang dan bertaqwa yang bercorak dasar dengan wawasan kebangsaan, keislaman, keilmuan, kekaderan, dan keterpelajaran.
1. Wawasan Kebangsaan, adalah wawasan yang dijiwai oleh asas kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan, yang mengakui kebhinnekaan sosial budaya, yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, hakikat dan martabat manusia, yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap nasib bangsa dan negara berlandaskan prinsip keadilan, persamaan, dan demokrasi.
2. Wawasan Keislaman, adalah wawasan yang menempatkan ajaran agama Islam sebagai sumber motivasi dan inspirasi dalam memberikan makna dan arah pembangunan manusia, sehingga IPNU dalam bermasyarakat bersikap:
· Tawasuth dan I’tidal yakni menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kejujuran, bersikap membangun dan menghindari tindakan dan kehendak dengan menggunakan kekuasaan dan kedhaliman,
· Tasamuh yaitu toleran terhadap perbedaan pendapat
· Tawazun yaitu seimbang dalam menjalin hubungan antara manusia dan Tuhannya, serta manusia dan lingkungannya.
· Amar Ma’ruf Nahi Mungkar yaitu memiliki kecenderungan untuk melaksanakan usaha perbaikan, serta mencegah kerusakan harkat manusia dan kerusakan lingkungan, mandiri, bebas, terbuka, dan bertanggung jawab, bersikap dan bertindak.
3. Wawasan Keilmuan, adalah wawasan yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk mengembangkan kecerdasan anggota dan kader.
4. Wawasan Kekaderan, Wawasan yang menempatkan organisasi sebagai wadah untuk membina anggota agar menjadi kader-kader yang memiliki komitmen terhadap ideologi, cita-cita perjuangan organisasi, bertanggung jawab dalam mengembangkan dan membentengi organisasi. Membentuk pribadi yang menghayati dan mengamalkan ajaran islam ala Ahlussunah Wal Jama’ah, memiliki komitmen terhadap ilmu pengetahuian serta memiliki kemampuan teknis mengembangkan organisasai kepemimpinan, kemandirian dan kepopuleran.
5. Wawasan Keterpelajaran, adalah wawasan yang menempatkan organisasi dan anggota pada pementapan diri sebagai centre of excellence pemberdayaan sumbrer daya terdidik yang berilmu, berkeahlian dan visioner, memiliki strategi dan operasionalisasi yang berpihak kepada kebenaran, kejujuran serta amar ma’ruf nahi mungkar.
X. Posisi IPNU
a. Posisi Intern
IPNU sebagai perangkat dan badan otonom NU secara kelembagaan memiliki kedudukan yang sama dan sederajat dengan badan-badan otonom lain yaitu memiliki tugas utama melaksanakan kebijakan NU.
b. Posisi Ekstern
IPNU adalah bagian dari generasi muda Indonesia yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia dan merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya dan cita-cita perjuanagan Nahdlatul Ulama serta cita-cita bangsa Indonesia.
c. Fungsi
IPNU berfungsi sebagai:
a. Wadah berhimpun pelejar NU untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai Nahdliyah
b. Wadah komunikasi pelajar NU untuk menggalang Ukhuwah Islamiyah dan mengembangkan syari’at Islam.
c. Wadah kaderisasi pelajar NU untuk mempersiapkan kader-kader bangsa.
d. Wadah aktualisasi pelajar NU dalam pelaksanaan dan pengembangan Syariat Islam
XI. Visi IPNU
Visi IPNU adalah terbentuknya putra putra bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlaq mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya Syariat Islam menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
XII. Misi IPNU
1. Menghimpun dan membina pelajar Nahdlatul Ulama dalam satu wadah organisasi IPNU
2. Mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa
3. Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun landasan program perjuangan sesuai dengan perkembangan masyarakat (maslahah Al-Amah), guna terwujudnya Khaira Ummah
4. Mengusahakan jalinan komunikasi dan kerjasama program dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi
XIII. Struktur Organisasi IPNU
1. Pimpinan tertinggi IPNU di ibu kota Negara disebut Pimpinan Pusat IPNU (PP IPNU)
2. Pimpinan IPNU di provinsi disebut Pimpinan Wilayah IPNU (PW IPNU)
3. Pimpinan IPNU di kabupaten/kota disebut Pimpinan Cabang IPNU (PC IPNU)
4. Pimpinan IPNU di kecamatan disebut Pimpinan Anak Cabang IPNU (PAC IPNU)
5. Pimpinan IPNU di desa/kelurahan disebut Pimpinan Ranting IPNU (PR IPNU)
6. Pimpinan IPNU di Lembaga Pendidikan perguruan tinggi, pondok pesantren, SLTP/MTs, SLTA/MA dan yang sederajat disebut Pimpinan Komisariat IPNU (PK IPNU)
XIV. Alumni IPNU yang Menjadi “Orang Besar”
IPNU sebagai salah satu organisasi pelajar yang berskala nasional telah menumbuhkan berbagai tokoh-tokoh yang mempunyai peran penting dalam kemajuan Bangsa Indonesia, khususnya ummat Islam. Tokoh-tokoh tersebut antara lain:
1. Bapak KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
· Mantan ketua IPNU Komisariat PP Tambakberas Jombang
· Mantan Presiden RI
· Ketua Dewan Syuro PKB
2. Bapak Prof. Dr. KH. M. Tolhah Hasan (Singosari)
· Duduk sebagai Ketua cabang IPNU Malang ketika masih di bangku SLTP
· Mantan Menteri Agama (Kabinet Indonesia Bersatu-Era Gus Dur)
· Pernah menghadap Bupati Malang dengan hanya memakai celana pendek (seragam SLTP pada waktu itu)
3. Bapak Dr. KH. A. Hasyim Muzadi (Malang)
· Mantan Ketua Cabang Tuban
· Ketua Pengurus Besar NU sekarang di Jakarta
· Sekjen ICIS (International Conference of Islamic Scholars - Forum silaturahmi ulama & cendekiawan Islam sedunia)
4. Bapak Hamzah Haz
· Mantan ketua Pengurus Cabang NU Kutai
· Mantan Wakil Presiden RI
· Ketua Umum DPP PPP
5. Ida Fauziah
· Anggota DPR RI sekarang
· Ketua PPKB pusat sekarang
6. Khofifah Indar Parawansa
· Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan
· Ketua PP Muslimat NU sekarang
Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh lainnya.
I. Khatimah
Dengan berbagai pemaparan di atas, maka diharapkan generasi-generasi penerus IPNU & IPPNU dapat memahami organisasi IPNU & IPPNU sampai dengan permasalahan yang sekecil-kecilnya. Dengan pemahaman dan keteladanan dari tokoh-tokoh pendahulu IPNU & IPPNU, kita dapat menjadi penerus perjuangan yang benar-benar berjuang mewujudkan kejayaan ummat Islam, khususnya warga Nahdliyin Semua itu untuk mencapai satu tujuan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT sebagaimana motto IPNU & IPPNU “belajar, berjuang, dan bertaqwa”.
Berawal dari ide para putra Nahdlatul Ulama, yakni pelajar dan santri pondok pesantren untuk mendirikan suatu kelompok atau perkumpulan .
· Pada tahun 1939 lahir PERSANO (Persatoean Santri Nahdlatoel Oelama).
· Pada tahun 1947 Lahir IMNU (Ikatan Murid Nahdlatul Ulama) di Malang.
· Pada tahun 1950 berdiri IMNU (Ikatan Mubaligh Nahdlatul Ulama di Semarang.
· PARPENO (Persatoean Pelajar Nahdlatoel Oelama) di Kediri.
· Di Bangil berdiri Ikatan Pelajar Islam Nahdlatul Ulama.
Namun organisasi-organisasi yang telah berdiri di atas masih berjuang sendiri-sendiri dan tidak mengenal di antara satu sama lain.
Bertitik tolak dari kenyataan tersebut, maka Almarhum Tholcha Mansyur (Malang), Sofyan Cholil (Jombang), H. Mustamal (Solo) bermusyawarah untuk mempersatukan organisasi-organisasi tersebut dalam satu wadah, satu nama dan satu faham dengan nama IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) saat berlangsung kongres LP Ma’arif di Semarang pada tanggal 24 Februari 1954/20 Jumadil akhir 1373 Hijriyah.
Pada kongres ke VI di Surabaya IPNU menjadi badan otonom NU (Nahdlatul Ulama). Sehingga IPNU Berhak mengatur rumah tangganya sendiri baik ke luar maupun ke dalam, tidak lagi tergantung kepada kebijakan LP Ma’arif.
Pada perkembangan selanjutnya IPNU berubah nama menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama saat kongres ke X di Jombang disebabkan organisasi pelajar yang diakui pemerintah hanya OSIS sebagai organisasi intra sekolah dan Pramuka sebagai organisasi ekstra sekolah. Sehingga ladang garap IPNU tidak hanya pelajar dan santri saja, tetapi juga pemuda, remaja dan mahasiswa.
Di dalam kongres XIV tanggal 18 – 24 Juni 2003 di Surabaya IPNU sepakat untuk kembali ke habitatnya semula dengan berganti nama menjadi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dengan orientasi pelajar, santri dan mahasiswa.
Lahirnya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan wadah pengkaderan bagi generasi muda NU yang bersumber dari kalangan pesantren dan pendidikan umum, yang diharapkan dapat berkiprah di berbagai bidang, baik politik (kebangsaan), birokrasi, maupun bidang-bidang profesi lainnya. Pada awalnya embrio organisasi ini adalah berbagai organisasi atau asosiasi pelajar dan santri NU yang masih bersifat lokal dan parsial.
II. Tujuan Organisasi
Terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah swt., berilmu, berakhlaq mulia, dan berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegaknya syariat Islam menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Di bidang pendidikan IPNU mempunyai tujuan:
· Untuk memelihara rasa persatuan dan kekeluargaan di antara pelajar umum, santri dan mahasiswa.
· Membina dan meningkatkan pendidikan dan kebudayaan Islam.
· Meningkatkan harkat masyarakat Indonesia yang berasusila dan mengabdi kepada agama, bangsa dan negara.
III. Trilogi IPNU
Konsep dasar perjuangan IPNU di masyarakat pelajar
Belajar – Berjuang – Bertaqwa
IV. Lambang Organisasi
Gambar Logo IPNU

Makna Logo
Warna dasar hijau tua: Subur
Bentuk bulatan: Kontinyu (berkesinam-bungan)
Lingkaran dasar putih Lingkaran tengah kuning: Hikmah dan cita-cita tinggi
Huruf IPNU putih: Suci
3 titik di antara singkatan IPNU: Islam, Iman, Ihsan
6 garis strip (kanan 3 dan kiri 3) putih: Suci
9 bintang kuning: Lambang NU
2 kitab putih: Al-Qur’an dan Al-Hadits
2 bulu angsa bersilang putih: Menuntut ilmu agama dan ilmu umum
5 sudut bintang: Rukun Islam
V. Citra Diri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama
Citra diri IPNU & IPPNU dilandasi oleh pokok-pokok pikiran bahwa manusia bertanggung jawab melaksanakan misi khalifah, yaitu memelihara, mengatur, dan memakmurkan bumi.
Makna dan fungsi manusia sebagai khalifah memiliki dua dimensi, yaitu dimensi sosial (horizontal) dan dimensi ilahiah (vertikal)
· Sosial bermakna mengenal alam, memikirkannya, dan memanfaatkan alam demi kebaikan dan ketinggian derajat manusia sendiri.
· Ilahiah yaitu mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di hadapan Allah SWT.
Secara sosiologis manusia merupakan suatu komunitas yang memiliki nila-nilai kemanusiaan (moral, nilai sosial dan nilai keilmuan)
VI. Kondisi IPNU Sebelum Khitthah NU
IPNU telah melangkah menuju kemajuan dan kiprahnya telah diakui masyarakat. Namun pada perkembangannya tidak dapat mencapai puncak programnya, karena NU sebagai organisasi induknya pada saat itu masih terbawa arus politik sehingga ummat tidak menjadi perhatian utama.
VII. Kondisi IPNU Pasca Khitthah NU
Perkembangan pasca khittah NU dan Kongres Jombang sangat menggembi-rakan karena khittah mampu mencipatkan iklim yang kondusif bagi pengem-bangan organisasi.
Namun IPNU menyadari bahwa sumbangannya sendiri dan masyarakat luas belum banyak. Dan generasi muda sebagai tenaga potensial pembangunan nasional membutuhkan pembinaan, maka IPNU memandang mendesak adanya konsep Citra Diri IPNU dalam rangka meningkatkan keperansertaannya dalam pembangunan bangsa.
VIII. Hakikat IPNU
IPNU adalah wadah perjuangan pelajar NU untuk mensosialisasikan komitmen, nilai-nilai kebangsaan, keislaman, keilmuan, kekaderan, dan keterpelajaran dalam upaya penggalian dan pembinaan potensi sumberdaya anggota yang senantiasa mengamalkan kerja nyata demi tegaknya ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamah dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
IX. Orientasi IPNU
Orientasi IPNU berpijak pada kesemestaaan organisasi dan anggotanya untuk senantiasa menempatkan pergerakan pada zona keterpelajaran dengan kaidah belajar, berjuang dan bertaqwa yang bercorak dasar dengan wawasan kebangsaan, keislaman, keilmuan, kekaderan, dan keterpelajaran.
1. Wawasan Kebangsaan, adalah wawasan yang dijiwai oleh asas kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan, yang mengakui kebhinnekaan sosial budaya, yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, hakikat dan martabat manusia, yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap nasib bangsa dan negara berlandaskan prinsip keadilan, persamaan, dan demokrasi.
2. Wawasan Keislaman, adalah wawasan yang menempatkan ajaran agama Islam sebagai sumber motivasi dan inspirasi dalam memberikan makna dan arah pembangunan manusia, sehingga IPNU dalam bermasyarakat bersikap:
· Tawasuth dan I’tidal yakni menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kejujuran, bersikap membangun dan menghindari tindakan dan kehendak dengan menggunakan kekuasaan dan kedhaliman,
· Tasamuh yaitu toleran terhadap perbedaan pendapat
· Tawazun yaitu seimbang dalam menjalin hubungan antara manusia dan Tuhannya, serta manusia dan lingkungannya.
· Amar Ma’ruf Nahi Mungkar yaitu memiliki kecenderungan untuk melaksanakan usaha perbaikan, serta mencegah kerusakan harkat manusia dan kerusakan lingkungan, mandiri, bebas, terbuka, dan bertanggung jawab, bersikap dan bertindak.
3. Wawasan Keilmuan, adalah wawasan yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk mengembangkan kecerdasan anggota dan kader.
4. Wawasan Kekaderan, Wawasan yang menempatkan organisasi sebagai wadah untuk membina anggota agar menjadi kader-kader yang memiliki komitmen terhadap ideologi, cita-cita perjuangan organisasi, bertanggung jawab dalam mengembangkan dan membentengi organisasi. Membentuk pribadi yang menghayati dan mengamalkan ajaran islam ala Ahlussunah Wal Jama’ah, memiliki komitmen terhadap ilmu pengetahuian serta memiliki kemampuan teknis mengembangkan organisasai kepemimpinan, kemandirian dan kepopuleran.
5. Wawasan Keterpelajaran, adalah wawasan yang menempatkan organisasi dan anggota pada pementapan diri sebagai centre of excellence pemberdayaan sumbrer daya terdidik yang berilmu, berkeahlian dan visioner, memiliki strategi dan operasionalisasi yang berpihak kepada kebenaran, kejujuran serta amar ma’ruf nahi mungkar.
X. Posisi IPNU
a. Posisi Intern
IPNU sebagai perangkat dan badan otonom NU secara kelembagaan memiliki kedudukan yang sama dan sederajat dengan badan-badan otonom lain yaitu memiliki tugas utama melaksanakan kebijakan NU.
b. Posisi Ekstern
IPNU adalah bagian dari generasi muda Indonesia yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia dan merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya dan cita-cita perjuanagan Nahdlatul Ulama serta cita-cita bangsa Indonesia.
c. Fungsi
IPNU berfungsi sebagai:
a. Wadah berhimpun pelejar NU untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai Nahdliyah
b. Wadah komunikasi pelajar NU untuk menggalang Ukhuwah Islamiyah dan mengembangkan syari’at Islam.
c. Wadah kaderisasi pelajar NU untuk mempersiapkan kader-kader bangsa.
d. Wadah aktualisasi pelajar NU dalam pelaksanaan dan pengembangan Syariat Islam
XI. Visi IPNU
Visi IPNU adalah terbentuknya putra putra bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlaq mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya Syariat Islam menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
XII. Misi IPNU
1. Menghimpun dan membina pelajar Nahdlatul Ulama dalam satu wadah organisasi IPNU
2. Mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa
3. Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun landasan program perjuangan sesuai dengan perkembangan masyarakat (maslahah Al-Amah), guna terwujudnya Khaira Ummah
4. Mengusahakan jalinan komunikasi dan kerjasama program dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi
XIII. Struktur Organisasi IPNU
1. Pimpinan tertinggi IPNU di ibu kota Negara disebut Pimpinan Pusat IPNU (PP IPNU)
2. Pimpinan IPNU di provinsi disebut Pimpinan Wilayah IPNU (PW IPNU)
3. Pimpinan IPNU di kabupaten/kota disebut Pimpinan Cabang IPNU (PC IPNU)
4. Pimpinan IPNU di kecamatan disebut Pimpinan Anak Cabang IPNU (PAC IPNU)
5. Pimpinan IPNU di desa/kelurahan disebut Pimpinan Ranting IPNU (PR IPNU)
6. Pimpinan IPNU di Lembaga Pendidikan perguruan tinggi, pondok pesantren, SLTP/MTs, SLTA/MA dan yang sederajat disebut Pimpinan Komisariat IPNU (PK IPNU)
XIV. Alumni IPNU yang Menjadi “Orang Besar”
IPNU sebagai salah satu organisasi pelajar yang berskala nasional telah menumbuhkan berbagai tokoh-tokoh yang mempunyai peran penting dalam kemajuan Bangsa Indonesia, khususnya ummat Islam. Tokoh-tokoh tersebut antara lain:
1. Bapak KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
· Mantan ketua IPNU Komisariat PP Tambakberas Jombang
· Mantan Presiden RI
· Ketua Dewan Syuro PKB
2. Bapak Prof. Dr. KH. M. Tolhah Hasan (Singosari)
· Duduk sebagai Ketua cabang IPNU Malang ketika masih di bangku SLTP
· Mantan Menteri Agama (Kabinet Indonesia Bersatu-Era Gus Dur)
· Pernah menghadap Bupati Malang dengan hanya memakai celana pendek (seragam SLTP pada waktu itu)
3. Bapak Dr. KH. A. Hasyim Muzadi (Malang)
· Mantan Ketua Cabang Tuban
· Ketua Pengurus Besar NU sekarang di Jakarta
· Sekjen ICIS (International Conference of Islamic Scholars - Forum silaturahmi ulama & cendekiawan Islam sedunia)
4. Bapak Hamzah Haz
· Mantan ketua Pengurus Cabang NU Kutai
· Mantan Wakil Presiden RI
· Ketua Umum DPP PPP
5. Ida Fauziah
· Anggota DPR RI sekarang
· Ketua PPKB pusat sekarang
6. Khofifah Indar Parawansa
· Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan
· Ketua PP Muslimat NU sekarang
Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh lainnya.
I. Khatimah
Dengan berbagai pemaparan di atas, maka diharapkan generasi-generasi penerus IPNU & IPPNU dapat memahami organisasi IPNU & IPPNU sampai dengan permasalahan yang sekecil-kecilnya. Dengan pemahaman dan keteladanan dari tokoh-tokoh pendahulu IPNU & IPPNU, kita dapat menjadi penerus perjuangan yang benar-benar berjuang mewujudkan kejayaan ummat Islam, khususnya warga Nahdliyin Semua itu untuk mencapai satu tujuan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT sebagaimana motto IPNU & IPPNU “belajar, berjuang, dan bertaqwa”.
Cita-cita Kita:
“Terwujudnya pelajar-pelajar yang bertaqwa kepada Allah SWT,berilmu, inovatif, dan kreatif serta berguna dengan berdasarkan syariat Islam”
“Terwujudnya pelajar-pelajar yang bertaqwa kepada Allah SWT,berilmu, inovatif, dan kreatif serta berguna dengan berdasarkan syariat Islam”
പ്രോഗില് IPPNU
| Profil IPPNU | | | |
| Thursday, 21 February 2008 | |
|
Dalam perspektif sejarah perjuangan bangsa dan negara, eksistensi
(keberadaan) dan peran generasi muda (khususnya kaum pelajar) merupakan
realitas yang diperhitungkan. Dengan berbekal idealisme dan sebagai
sebuah potensi bangsa yang independen, pelajar telah menunjukkan peran
langsung dalam proses perjuangan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.
Dewasa ini, kaum
pelajar masih dan akan terus berperan aktif memberikan sumbangsih bagi
usaha-usaha mempercepat proses terwujudnya cita-cita dan tujuan nasional
yang terangkum dalam Pancasila dan UUD 1945 (yang diamandemen),
disamping juga turut berperan dalam mewujudkan demokratisasi bangsa
Indonesia.
Keberadaan dan peran aktif kaum pelajar tersebut, harus senantiasa
diperbarui dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman dalam
pembangunan. Tentu saja agar pelajar dapat lebih berperan secara
optimal, maka mereka perlu terus dibina melalui berbagai kegiatan
kegiatan dalam wadah kepemudaan dan kepelajaran, salahsatunya adalah
IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama).
IPPNU adalah organisasi badan otonom dibawah naungan Nahdlatul Ulama,
sekaligus sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia dengan
ciri khas di bidang keagamaan, kemasyarakatan, kepelajaran dan
kepemudaan.
Sebagai badan otonom NU, IPPNU dituntut untuk senantiasa mensukseskan
program-program NU di kalangan santri, pelajar, dan remaja, baik sebagai
wadah penempatan kader maupun interaksi sosial kejuangan dengan
nilai-nilai keagamaan, ahlusunnah wal jama’ah. Sedang sebagai
organisasi sosial kemasyarakatan pemuda, IPPNU diharapkan berperan aktif
mensukseskan program-program pemerintah dibidang pelayanan, khususnya
kepada pelajar, pada seluruh aspek kehidupan. Karenanya pengembangan
organisasi IPPNU harus senantiasa memenuhi kebutuhan anggota dan
masyarakat di satu sisi, dan kepentingan berbangsa dan bernegara di sisi
yang lain. Di samping sebagai banom dan ormas, keberadaan IPPNU
menempati posisi yang strategis, dimana didalamnya mempunyai cita-cita
mulia yakni menciptakan kader-kader bangsa yang bertakwa kepada Allah
Swt, berilmu, berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan dan
bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya faham Ahllussunnah wal Jama’ah dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 hasil amandemen.
|
സെജരത് സിങ്ങ്കറ്റ് IPPNU
Bila Presiden RI pertama, Ir Soekarno, pernah mengatakan bahwa “Jangan sekali-sekali melupakan sejarah” dan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak akan lupa pada sejarah pendahulunya”. Maka demikian pula seharusnya dalam misi perjuangan IPPNU. Roh dari para pendahulu yang demikian berjasa harus selalu mengilhami perjuangan masa kini, tidak akan lupa seorang pemimpin kepada sejarah yang telah membesarkan nama organisasi yang dipimpinnya.
Sejarah kelahiran IPPNU dimulai dari perbincangan ringan oleh beberapa
remaja putri yang sedang menuntut ilmu di Sekolah Guru Agama (SGA)
Surakarta, tentang keputusan Muktamar NU ke-20 di Surakarta. Maka perlu
adanya organisasi pelajar di kalangan Nahdliyat. Hasil obrolan ini
kemudian dibawa ke kalangan NU, terutama Muslimat NU, Fatayat NU, GP.
Ansor, IPNU dan Banom NU lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU putri
pada kongres I IPNU yang akan diadakan di Malang. Selanjutnya
disepakati bahwa peserta putri yang akan hadir di Malang dinamakan IPNU
putri.
Dalam suasana kongres, yang dilaksanakan pada tanggal 28 Februari – 5
Maret 1955, ternyata keberadaan IPNU putri masih diperdebatkan secara
alot. Rencana semula yang menyatakan bahwa keberadaan IPNU putri secara
administratif menjadi departemen dalam organisasi IPNU. Namun, hasil
pembicaraan dengan pengurus teras PP IPNU telah membentuk semacam kesan
eksklusifitas IPNU hanya untuk pelajar putra. Melihat hasil tersebut,
pada hari kedua kongres, peserta putri yang terdiri dari lima utusan
daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang dan Kediri) terus
melakukan konsultasi dengan jajaran teras Badan Otonom NU yang menangani
pembinaan organisasi pelajar yakni PB Ma’arif (KH. Syukri Ghozali) dan
PP Muslimat (Mahmudah Mawardi). Dari pembicaraan tersebut menghasilkan
beberapa keputusan yakni:
- Pembentukan organisasi IPNU putri secara organisatoris dan secara administratif terpisah dari IPNU
- Tanggal 2 Maret 1955 M/ 8 Rajab 1374 H dideklarasikan sebagai hari kelahiran IPNU putri.
- Untuk menjalankan roda organisasi dan upaya pembentukan-pembentukan cabang selanjutnya ditetapkan sebagai ketua yaitu Umroh Mahfudhoh dan sekretaris Syamsiyah Mutholib.
- PP IPNU putri berkedudukan di Surakarta, Jawa Tengah.
- Memberitahukan dan memohon pengesahan resolusi pendirian IPNU putri kepada PB Ma’arif NU. Selanjutnya PB Ma’arif NU menyetujui dan mengesahkan IPNU putri menjadi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Dalam perjalanan selanjutnya, IPPNU telah mengalami pasang surut
organisasi dan berbagai peristiwa nasional yang turut mewarnai
perjalanan organisasi ini. Khususnya di tahun 1985, ketika pemerintah
mulai memberllakukan UU No. 08 tahun 1985 tentang keormasan khusus
organisasi pelajar adalah OSIS, sedangkan organisasi lain seperti
IPNU-IPPNU, IRM dan lainnya tidak diijinkan untuk memasuki lingkungan
sekolah. Oleh karena itu, pada Kongres IPPNU IX di Jombang tahun 1987,
secara singkat telah mempersiapkan perubahan asas organisasi dan IPPNU
yang kepanjangannya “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama” berubah
menjadi “Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama”.
Selanjutnya, angin segar reformasi telah pula mempengaruhi wacana yang
ada dalam IPPNU. Perjalanan organisasi ketika menjadi “putri-putri”
dirasa membelenggu langkah IPPNU yang seharusnya menjadi organisasi
pelajar di kalangan NU. Keinginan untuk kembali ke basis semula yakni
pelajar demikian kuat, sehingga pada kongres XII IPPNU di Makasar
tanggal 22-25 Maret tahun 2000 mendeklarasikan bahwa IPPNU akan
dikembalikan ke basis pelajar dan penguatan wacana gender.
KEPENGURUSAN IPPNU
RANTING KLURAHAN
PERIODE 2009 - 2010
Pelindung : 1. Kepala Desa Desa Klurahan.
2. Rois Tanfidziyah dan Suriyah NU Ranting Klurahan.
Pembina : 1. Bapak Dandot Al-Khomsu
2. Bapak Nur Ali
3. Bapak Mohadi
4. Bapak Asy'ari
5. Bapak Nahrowi
6. Kang Zainal Arifin
7. Alumni Pengurus IPPNU Ranting Klurahan.
8. Pengurus PAC IPPNU ANCAB Ngronggot.
Ketua Umum : Dewi Ratnawati
Wakil Ketua : Karisti Agustina
Sekretaris : 1. Ratna ( Klurahan )
2. Ratna Rahayu Ningsih
Bendahara : 1. Anik Zuana (Sumbergayu)
2. Esti Palupi
Departemen - Departemen
Pengkaderan : 1. Sriamah (Sekombang)
Da'wah : 1. Lilik
Orseni : 1. Beti Setia Putri
2. Tutik
Humas : 1. Erlin Oktavia
2. Aulia Vita Shofa
Perlengkapan : 1. Siti Syamsiah
2. Rika Setiawati
Ketua Kelompok :
1. Gemarangan : Eli Kurnia Agustin
2. Sukorejo : Via
3. Sekombang : Vitria
4. Sumbergayu : Muntjayanah
5. Blumbang : Miftahul H
RANTING KLURAHAN
PERIODE 2009 - 2010
Pelindung : 1. Kepala Desa Desa Klurahan.
2. Rois Tanfidziyah dan Suriyah NU Ranting Klurahan.
Pembina : 1. Bapak Dandot Al-Khomsu
2. Bapak Nur Ali
3. Bapak Mohadi
4. Bapak Asy'ari
5. Bapak Nahrowi
6. Kang Zainal Arifin
7. Alumni Pengurus IPPNU Ranting Klurahan.
8. Pengurus PAC IPPNU ANCAB Ngronggot.
Ketua Umum : Dewi Ratnawati
Wakil Ketua : Karisti Agustina
Sekretaris : 1. Ratna ( Klurahan )
2. Ratna Rahayu Ningsih
Bendahara : 1. Anik Zuana (Sumbergayu)
2. Esti Palupi
Departemen - Departemen
Pengkaderan : 1. Sriamah (Sekombang)
Da'wah : 1. Lilik
Orseni : 1. Beti Setia Putri
2. Tutik
Humas : 1. Erlin Oktavia
2. Aulia Vita Shofa
Perlengkapan : 1. Siti Syamsiah
2. Rika Setiawati
Ketua Kelompok :
1. Gemarangan : Eli Kurnia Agustin
2. Sukorejo : Via
3. Sekombang : Vitria
4. Sumbergayu : Muntjayanah
5. Blumbang : Miftahul H
6. Klurahan : Dina
SUSUNAN KEPENGURUSAN
IPNU RANTING KLURAHAN
PERIODE 2009 - 2010
Pelindung : 1. Kepala Desa Desa Klurahan.
2. Rois Tanfidziyah dan Suriyah NU Ranting Klurahan.
Pembina : 1. Bapak Dandot Al-Khomsu
2. Bapak Nur Ali
3. Bapak Mohadi
4. Bapak Asy'ari
5. Bapak Nahrowi
6. Kang Zainal Arifin
7. Alumni Pengurus IPNU Ranting Klurahan.
8. Pengurus PAC IPNU ANCAB Ngronggot.
Ketua Umum : M. Fidyatma NuzalFandra
Wakil Ketua : M. Adib
Sekretaris : A. Rifa'i Arif
Bendahara : Hendri Sujatmiko
Departemen - Departemen
Pengkaderan : 1. Anang Khasbullah
2. A. Zainuddin
Da'wah : 1. Luqmanul Hakim
2. Yasin Klurahan
Orseni : 1. Agus Rudianto
2. Bustanul Arifin
Humas : 1. M. Zainuddin Mustofa
2. Najib Klurahan
Perlengkapan : 1. Puji Witarmen
2. Khoirul Klurahan
Ketua Kelompok :
1. Gemarangan Selatan
|
: Puguh
|
|
2. Gemarangan Utara
|
: Basir
|
|
3. Sukorejo
|
: Dimas
|
|
4. Sumber kepuh
|
: Saifuddin
|
|
5. Sekombang
|
: Khafid
|
|
6. Sumbergayu
|
: Abiyatma
|
|
7. Blumbang
|
: Fattah Kurrohman
|
|
8. Klurahan Utara
|
: Fu'ad (P. Bambang)
|
|
9. Klurahan Selatan
|
: Dhani
|
TATA LAKSANA KERJA / JOB DESCRIPTION
PENGURUS IPNU - IPPNU RANTING KLURAHAN
PERIODE 2009 - 2010
Pelindung : a. Melindungi derap langkah Pengurus dan Anggota IPPNU - IPPNU
b. Mengawasi dan memberi nasehat kepada Pengurus jika tindakannya di anggap ,menyimpang dari prosedur yang telah di tetapkan.
Pembina : a. Membimbing dan memotivasi serta mengarahkan Pengurus dalam menjalankan roda Organisasi.
b. Membantu dan memberi masukan kepada pengurus dalam merealisasikan Program kerja.
Ketua : a. Bertanggung jawab sepenuhnya atas segala aktifitas Organisasi, Pengontrol, dan pengawas segala program atau aktifitas yang telah di canangkan.
Wakil Ketua : a. Penanggung Jawab dan Koordinator Pengkaderan
b. Penanggung Jawab dan Koordinator Departemen Orseni, dan Humas.
c. Penanggung Jawab dan Koordinator Departemen Da'wah.
Sekretaris : a. Melengkapi Administrasi, menyusun Kalender Kerja, dan Konseptor.
b. Arsiptor dan menjadio Notulen dalam setiap kegiatan musyawarah.
Bendahara : a. Penanggung Jawab dalam masalah Keuangan, Pengontrol alokasi kekuangan, dan pengawas keluar masuknya uang.
Departemen Departemen.
Pengkaderan : a. Membina dan mempersiapkan Anggota menjadi Kader yang berkualitas.
b. Menciptakan Generasi Penerus Anggota IPNu IPPNU Sebanyak-banyaknya.
Da'wah : a. Penanggungjawab kegiatan IPNU IPPNU yang bersifat Religius.
Humas : a. Sebagai penghubung dengan Seluruh Anggota Setiap masing - masing Kelompok dengan Organisasi lain dan masyarakat.
Orseni : a. Penanggung Jawab kegiatan IPNU-IPPNU yang bersifat umum dan menyeluruh Seperti PHBN, Hadrah, Mars, Peringatan HARLAH dll.
Perlengkapan : a. Penganggung Jawab seluruh Perlengakapan milik IPNU IPPNU Seperti Soundsytem, Alat Hadrah dll.
Ketua Kelompok : a. Sebagai Penghubung antara Anggota dan Pengurus.
b. Bertanggung Jawab atas Kegiatan Rutinan IPNU IPPNU.
c. Bertugas mencari Anggota IPNU IPPNU Sebanyak Banyaknya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar