Sabtu, 12 Maret 2011

perpisahan (puisi)


perpisahan
Saat ini,kami berdiri disini dengan hati gundah gulana,seakan tiada kekuatan dalam nadi,hati ini bicara walau tanpa sirat dan surat.Bapak kiai,para guru dan teman-teman semua...
Terasa berat kurasakan untuk ucapkan kata berpisah,lidah ini kelu tiada bisa berucap...
Kaki enggan untuk melangkah meninggalkan tempat ini...
Bapak kiai...
Masih terasa seulas senyum kasih pengasuh dan adik-adik semua,bersama kami bercengkrama dalam suka dan duka,dalam tiap langkah menelusuri asa hingga memupus,menjulang tinggi dan akhirnya merona mengejar mega.
Kiai,teman-teman,adik-adik....
Kebersamaan selama 25 hari,tersirat dalam sanubari menghias indah dalam rona bibir manis keseharian,mekar laksana mawar,semerbak harum di taman,menyemak seantero alam,mengharumi setiap relung jiwa.
Teman-teman,adik-adikku semua...
Ria candamu masih juga lekat dalam kelopak ini,manjamu dalam bertanya masih kuhafal sekali seakan 25 hari adalah waktu teramat singkat.Akankah kebersamaan ini hilang,lenyap dan musnah begitu saja karena perpisahan ini.Mengapa setiap ada perjumpaan pasti ada perpisahan.
Dari riak hati yang paling dalam aku selalu bermunajat dalam do'a =>semoga,kita tetap selalu bersua dalam jumpa.Karena kami tahu,kami tak akan kuasa dalam perpisahan ini...
Kawan-kawanku,adik-adikku semua...
Sore ini adalah sore air mata bagi kami karena kami tidak tega untuk meninggalkan tempat kiai...
Tiada kata yang pantas kuucapkan sebagai pengganti jasamu selain kata terimakasih dan tetes air mata ini,kiai.Yang telah membimbing kami dalam 25 hari penuh hingga kami mengerti tentang alam luas dan riang kicau burung di pepohonan rindang yang bisa kami petik dalam panin ini,menuai setiap langkah seribu asa.
Kiai...
Kami tahu akan jasa-jasamu,tapi kami juga sadar dengan apa kami akan membalas,hanya butir-butir air mata yang akan menjadi saksi bahwa kami adalah anak-anak kecil yang dibimbing menghitung bintang dan mengeja alam hingga terbentuk lafad2...Engkau tuntun kami mengeja alam mengeja A,ba,ta,tsa hingga melayang membentuk sebait do'a dalam sujud panjang kami.
Sore ini...
Kami mohon pamit...
Kami sadar...Selama 25 hari berada disini tidak akan luput dari dari salah,kekeliruan dan juga dosa.Oleh karena itu ,kami mohon maaf dengan sangat dari hati yang paling dalam.Bukalah pintu maaf untuk kami.Karena...Tanpa maaf mu,kami akan melangkah gontai meninggalkan tempat ini delimang dosa yang nanti akan dipertanggung jawabkan dihadapan sang penguasa jagad raya.Allahu Rabbul Alamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar