Senin, 23 November 2015

Baringin Korong: Memoriam Bersama Komunitas GAT'S Pangabasen

Baringin Korong: Memoriam Bersama Komunitas GAT'S Pangabasen

Memoriam Bersama Komunitas GAT'S Pangabasen

Gapuranews.com - Suatu kebanggaan buat saya bisa berkenan hadir keacara rutinitas kompolan GAT'S Pangabasen yang biasa dilaksanakan setiap minggu malam senin bertepat dirumah saudara Rosvie (22/11/2015).

Ketika saya sampai dirumah rosvie dengan respek dan penuh rasa hormat rosvie memperkenankan saya untuk bergabung dengan Komunitasnya dengan senang hati saya ikut bergabung dengannya. Tidak lama kemudian Rosvie membawakan teh hangat dari dapur tentunya ini sebuah kebanggaan buat saya karena kebetulan saya malam itu haus banget.

Ada ketidak puasan bagi saya saat bergabung dengan Komunitas GAT'S, sesampainya dirumah Rosvie kajian ilmiyah yang atau diskusi ilmiyah yang menjadi ciri has Komunitas GAT'S sudah selesai, jadi saya tidak mengetahui banyak apa saja yang dibahas malam itu ?

Jam mulai menunjukkan pukul 20:15 teman-teman rupanya masih belum mau menginjakkan kakinya dari rumah Rosvie, sambil menikmati teh hangat suguhan tuan rumah teman-teman bercanda guraw, ngobro santai, ada yang ngobrol masalah demonstrasi yang terjadi di STKIP Sumenep, ada juga yang ngomongin ketidak puasan terhadap kepemimpinan Penguru Ranting GP ANSOR Gapura Timur karena terlalu memaksa pada pengurusnya.

Malam mulai menunjukkan pukul 21:27 menit teh hangat mulai terasa dingin, teman sudah ,merasa ngantuk akhirnya saya dan teman-teman yang lain berpamitan untuk pulan ke rumahnya masing-masing. (vail)

Rabu, 18 November 2015

Amalan Hizbu Bahar Dilarang Mengamalkan Tanpa Ijazahan Dari Mursyid


Hizib Bahar Sayyidina Syaikh ImamAbi Hasan As-Syadziliyi Qs.
 
Hizb Bahr merupakan sebuah doa yang sangat dahsyat! Hizib ini merupakan peninggalan dari Syaikh Abi Hasan Asy-Syadziliy, seorang Ulama dan Tokoh Sufi terkemuka pada zamannya dan sampai hari ini. Yang membuat hizib ini begitu dahsyat adalah, sejarah ketika ia terciptakan.
 
Hizib ini merupakan dikte langsung dari Rasulullah SAW kepada Imam Syadziliy dalam kontemplasi spiritualnya dan do'a ini pun menjadi salah satu wasiat terakhir dari Sang Imam, kepada murid-muridnya ia berpesan : Ajarkanlah Hizib Bahr kepada anak-anakmu, karena ia mengandung Ismullahil A’zhom (nama Allah yang Ter-Mulia)
 
Hizib ini Dikarang di Tengah Laut Merah, pesantren mana yang tidak tahu Hizib Bahar. Hizib yang satu ini sangat masyhur. Ia sejajar dengan Hizib Nashr, Hizib Nawawi, Hizib Maghrabi dan sederet nama-nama hizib lainnya. Konon, orang yang mengamalkan Hizib Bahar dengan kontinu, akan mendapat perlindungan dari segala bala. Bahkan, bila ada orang yang bermaksud jahat mau menyatroni rumahnya, ia akan melihat lautan air yang sangat luas. Si penyatron akan melakukan gerak renang layaknya orang yang akan menyelamatkan diri dari daya telan samudera. Bila di waktu malam, ia akan terus melakukan gerak renang sampai pagi tiba dan pemilik rumah menegurnya.
 
Orang-orang yang tidak percaya dengan hal-hal supranatural, mungkin tidak akan percaya dengan hal itu.Tapi, cerita mengenai keampuhan hizib yang dikarang oleh Syaikh Abi Hasan As-Syadzili ini betul-betul masyhur, termasuk cerita tentang lautan yang membentang di tengah-tengah orang yang bermaksud jahat. Syaikh al-Syadzili, pemilik hizib ini, terkenal sebagai pelopor tarekat al-Syadziliyah. Ia seorang sufi terkenal. Ia juga kesohor sebagai pemilik bacaan-bacaan hizib ampuh, seperti Hizib Nashor dan Hizib Bahar.Ada backgroung kisah yang amat menarik tentang asal muasal Bahar Syaikh al-Syadzili. Kisah itu ditulis oleh Haji Khalifah, pustakawan terkenal asal Konstantinopel (Istanbul Turki).
 
Konon, Hizib Bahar ditulis Syaikh Abi Hasan As-Syadzili di Laut Merah (Laut Qulzum). Di laut yang membelah Asia dan Afrika itu Syaikh As-Syadzili pernah berlayar menumpang perahu. Di tengah laut tidak angin bertiup, sehingga perahu tidak bisa berlayar selama beberapa hari. Dan, beberapa saat kemudian Syaikh As-Syadzili melihat Rasulullah Saw. Beliau datang membawa kabar gembira. Lalu, menuntun Abi Hasan As-Syadzili melafadzkan do'a-do'a. Usai As-Syadzili membaca do'a, angin bertiup dan kapal kembali berlayar. Do'a-do'a itu kemudian diabadikan oleh As-Syadzili dan diajarkan kepada murid-murid tarekatnya. Dan, kemudian diberi nama Hizb al-Bahr (doa/senjata laut). Disebut Hizb al-Bahr karena do'a-do'a ini tersebut mempunyai ikatan historis yang sangat erat dengan laut. Juga, As-Syadizili membacanya dalam rangka berdo'a agar selamat dalam perjalanan di Laut Merah. Jadi, Hizib Bahar betul-betul wirid yang punya kedekatan tersendiri dengan air, termasuk dalam berbagai cerita mengenai khasiat ampuhnya membuat penjahat terengah-engah di tengah samudera mahaluas
 
Dalam kitab Kasyf al-Zhunun 'an Asami al-Qutub wa al-Funun, Haji Khalifah juga memuat berbagai jaminan yang diberikan As-Syadzili dengan Hizib Baharnya ini.
 
Di antaranya, menurut Haji Khalifah, As-Syadzili pernah berkata : Seandainya hizibku (Hizib Bahar) ini dibaca di Baghdad, niscaya daerah itu tidak akan jatuh. Mungkin yang dimaksud As-Syadzili dengan kejatuhan di situ adalah kejatuhan Baghdad ke tangan Tartar. Bila Hizib Bahar dibaca di sebuah tempat, maka termpat itu akan terhindar dari malapetaka, ujar Syaikh Abi Hasan, seperti ditulis Haji Khalifah dalam Kasyf al-Zhunun.Haji Khalifah juga mengutip komentar ulama-ulama lain tentang Hizib Bahar ini.
 
Ada yang mengatakan, bahwa orang yang istiqamah membaca Hizib Bahar, ia tidak mati terbakar atau tenggelam. Bila Hizib Bahar ditulis di pintu gerbang atau tembok rumah, maka akan terjaga dari maksud jelek orang dan seterusnya.
 
Para Wali, Ulama dan praktisi spiritual muslim pun banyak menemukan karomah pada saat membacanya.
 
Beberapa keutamaan Hizib Bahar ini yaitu: merupakan Hizb yang diterima langsung dari Rasulullah saw. yang dibacakan langsung satu persatu hurufnya oleh beliau SAW kepada Imam Syadzili dan sebagai wasiat terakhir sebelum beliau wafat. Hizib Bahr juga mengandung Ismul A’zhom, merupakan obat dari penyakit-penyakit hati, sarana mahabbah diantara para manusia dan makhluk makhlukNya, berfaidah menaikkan derajat, memudahkan urusan dunia dan akhirat, menambah keimanan dan keyakinan, sebagai wasilah hasil maksud hajat tertentu, sebagai benteng keselamatan dari hal-hal yang membahayakan dan keselamatan dari kejahatan manusia dan jin.
 
Secara umum Hizb Bahr biasa dibaca setelah sholat asar jumlahnya tergantung kemampuan. Secara khusus hizib dibaca pada waktu-waktu terntentu dengan jumlah bilangan tertentu dan tatacara tertentu. Setiap kalimat dalam Hizib Bahr memiliki khowas khusus, menurut para Auliya’ terdahulu ada titik-titik tertentu dalam Hizib Bahr jika kita memohon sesuatu dengan membaca kalimat kuncinya pada titik tersebut insha allah doa kita akan diijabah olehNya bihaqqi hizbul bahr. Saya pribadi rutin membacaya setiap ba'da shalat Jum’at dibacakan ke segelas air dan airnya dibasuhkan ke wajah, in syaa Allaah wajah akan bercahaya..
 
Seyogyanya seseorang yang akan mengamalkan hizib ini menerima ijazah dari orang yang kompeten agar dapat menerima transmisi ajaran rahasia tentang tatacara membacanya dan menerima transmisi ‘nur’ yang tidak terputus dari gurunya terus bersambung kepada Sang Imam.
 
بسـم الله الرحمن الرحيـم 
Bismillaahir rohmaanir rohiim.  

يَا الله ياعَليُ يَاعَظيمُ يَاحَليمُ يَاعَليم 
Ya Alloohu, Ya ‘Aliyyu, Ya ‘Azhiimu, Ya Haliimu, Ya ‘Aliim. 
 
أنْتَ رَبِّي وَعِلْمُكَ حَسْبِي فَنِعمَ الْرَبُ رَبِي. وَنِعمَ الْحَسْبُ حَسْبِي تَنْصُرُ مَنْ تَشَاءُ وَاَنْتَ اْلعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ 
Angta robbii, wa ‘ilmuka hasbii, fa ni’mal robbu robbii, wa ni’mal hasbu hasbiy, Tangshuru mangtasyaa-u wa angtal ‘aziizur rohiim. 
 
نَسْاَلُكَ الْعِصْمَةَ فِى الْحَرَكَاتِ وَالسَّكَنَاتِ وَالْكَلِمَاتِ وَالْاِرَادَاتِ وَالْخَطَرَاتِ. مِنَ الشُّكُوْكِ وَالظُّنُوْنِ وَاْلاَوْهَامِ السَّاتِرَةِ لِلْقُلُوْبِ. عَنْ مُطَالَعَةِ الْغُيُوْبِ 
Nas-alukal ‘ishmata fil harokaati wassakanaati wal kalimaati wal irodaati wal khothorooti minash-shukuuki wa-dhunuuni wal awHamis-satiroti lil quluubi ‘an muthoola’atil ghuyuub.

فَقَدِ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَزُلْزِلُوْا زِلْزَالاً شَدِيْدًا 
Faqodib tuliyal mu-minuuna wa zulziluu zilzaalang syadiidaa.
 
وَاِذْ يَقُوْلُ اْلمُنَافِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِى قُلُوْبِهِمْ مَرَضُ مَا وَعَدَنَا اللهُ وَرَسُوْلُهُ اِلاَّغُرُوْرًا 
Wa idz yaquulul munaafiquuna wal-ladziina fi qulubihim marodun maa wa'adanaa Alloohu wa rosuluhu illa ghuruuroo.
 

فَثَبِّتْنَا وَانْصُرْنَا وَسَخِّرْلَنَا هَذَا اْلبَحْرَ, كَمَا سَخَّرْتَ اْلبَحْرَ لمُوْسَى وَسَخَّرْتَ النَّارَ ِلاِبْرَاهِيْمَ, وَسَخَّرْتَ اْلجِبَالَ وَاْلحَدِيْدَ لِدَاوُدَ وَسَخَّرْتَ الرِّيْحَ وَالشَّيَاطِيْنَ وَاْلجِنَّ لِسُلَيْمَانَ وَسَخِّرْلَنَا كُلَ بَحْرٍهُوَ لَكَ فِى اْلاَرْضِ وَالسَّمَاءِ وَاْلمُلْكِ وَ اْلمَلَكُوْتِ. وَبَحْرَ الدُّنْبَا وَبَحْرَ اْلاخِرَةِ. وَسَخِرْلَنَا كُلََّ شَيْءٍ يَامَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوْتُ كُلُّ شَيْءٍ
Fa tsabbitnaa wangshurnaa wa sakhkhir lanaa hadzal bahr, kamaa sakhkhortal bahro li Musa, wa sakh-khortan naara li Ibrohim. Wa sakh-khortal jibaala wal hadiida li Dawud. Wa sakh-khortar riiha wash-shayaathiina wal jinna li Sulayman. Wa sakh-khir lana kulla bahrin huwa laka fil ardli was-samaa-i wal mulki wal malakuut. Wa bahrod-dunyaa, wa bahral aakhiroh. Wa sakh-khir lanaa kulla shay-in ya man bi yadihi malakuutu kulli shain.
 
كـهـيـعـص 
Kaf ha ya ‘ain shod (3x) 

اُنْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ. وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. وَاغْفِرْلَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ اْلغَافِرِيْنَ. وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ. وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ اْلقَوْمِ الظَّاِلمِيْنَ
 
Ungshurnaa fi-innaka khoyrun naashiriin. Waftah lanaa fa innaka khoyrul faatihiin. Wagh-fir lanaa fi-innaka khoyrul ghofiriin. Warhamnaa fa innaka khoyrur rohimiin. War-zuqnaa fa innaka khoyrur roaziqiin. WaHdinaa wanajjinaa minal qawmidh dhoolimiin.
 
وَهَبْ لَنَا رِيْحًا طَيْبَةً كَمَا هِيَ فِى عِلْمِكَ. وَانْشُرْهَا عَلَيْنَا مِنْ خَزَاِئنِ رَحْمَتِكَ. وَاحْمِلْنَا بِهَا حَمْلَ اْلكَرَا مَةِ مَعَ السَّلاَمَةِ. وَ الْعَافِيَةِ فِي الدِّ يْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ. اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
 
WaHab lanaa riihaang thoyyibatang kamaa Hiya fi 'ilmik. Wangshurhaa ‘alaynaa minkhozaa-ini rohmatik. Wahmilnaa bihaa hamlal karoomati ma'assalaamati wal ‘aafiyati fiddiini waddunyaa wal akhiroh. Innaka ‘ala kulli shay-ing qodiir.
 
اَللَّهُمَّ يَسِّرْلَنَا اُمُوْرَنَا مَعَ الرَّاحَةِ لِقُلُوْبِنَا وَاَبْدَانِنَا وَالسَّلاَمَةِ وَاْلعَافِيَةِ فِى دِيْنِنَا وَدُنْيَانَا. وَكُنْ لَنَا صَاحِبًا فِى سَفَرِنَا وَخَلِيْفَةً فِى اَهْلِنَا وَاطْمِسْ عَلَى وُجُوْهِ اَعْدَائِنَا. وَامْسَخْهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِِمْ فَلاَ يَسْتَطِيْعُوْنَ اْلمُضِيَّ وَلاَاْلمجَِيْ ءَ اِلَيْنَا
Alloohumma yassir lanaa umuuranaa ma’arroohati li quluubinaa wa abdaaninaa was-salaamati wal ‘afiyati fi dunyanaa wa diininaa. Wa kul-lanaa sahiiban fii safarinaa wa khaliifatan fii ahlinaa. Wat-mis ‘alaa wujuhi a’daainaa. Wam-sakh hum ‘ala makaanatihim fala yasta-thii’uunal mudliyya walal majiyya ilayna.
 
وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوْا الصِّرَاطَ فَانَّى يُبْصِرُوْنَ. وَلَوْنَشَآءُ لمََسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَااسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَلاَيَرْجِعُوْنَ
Walaw nasyaa-u lathomasnaa ‘alaa a'yunihim fas tabaqush shirootho fa anna yubsiruun. Walaw nasyaa-u lamasakh naaHum ‘alaa makaanatiHim famaas tathoo’u mudiyyaw wa laa yarji’uun.
 
يس وَاْلقُرْآنِ الْحَكِيْمِ اِنَكَ لَمِنَ اْلمُرْسَلِيْنَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ تَنْزِيْلَ اْلعَزِيْزِ الرَّحِيْم. لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا اُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُوْنَ لَقَدْحَقَّ اْلقَوْلُ عَلَى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لاَيُؤْمِنُوْنَ. اِنَاجَعَلْنَا فِى اَعْنَاقِهِمْ اَغْلاَلاً فِهَيَ اِلَى اْلاَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُوْنَ. وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنَهُمْ فَهُمْ لاَيُبْصِرُوْنَ
Yaa siin. Wal Qur’aanil hakiim. Innaka laminal mursaliin. ‘Alaa shirootim mustaqiim. Tangziilal 'aziizir rohiim. Li tundziro qawmaammaa undzira aabaa-uHum fahum ghoofiluun. Laqod haqqol qawlu ‘alaa aktsaarihim fahum la yu'minuun. Innaa ja'alnaa fi a'naaqihim aghlaalang fa hiya ilal adzqooni fahum muqmahuun. Wa ja'alnaa mim-bayni aydiiHim saddaw wamin kholfihim saddang fa-aghshaynaahum fahum laa yubsiruun.
 
شَاهَتِ اْلوُجُوْهُ 
SyaaHatil wujuuh (3x)
 
وَعَنَتِ اْلوُجُوْهُ لِلْحَيِّ اْلقَيُّوْمِ. وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا 
Wa ‘anatil wujuuhu lil hayyil qayyuumi wa qad khaaba man hamalazhulma. 

طس . حم . عسق
Thoo siin. Ha miim. ‘Ain siin qoof.
 
مَرَجَ اْلبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لاَيَبْغِيَانِ 
Marojal bahroyni yaltaqiyaani baynaHumaa barzakhul la yabghiyaani. 

حم 
Haa miim (7x)
 
حُمَّ اْلاَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرَ, فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُوْنَ 
Hummal amru wa jaa-an nashro fa’alaynaa la yunshoruun. 

حم . تَنْزِيْلُ الْكِتَابِ مِنَ اللهِ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ. غَافِرِالذَّنْب. وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِى الطَّوْلِ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ. اِلَيْهِ الْمَصِيْرُ 
Ha miim. Tangziilul kitaabi minalloohil ‘aziizil ‘aliim. Ghoofiridz dzanbi wa qoobilit tawbi sadiidil ‘iqoobi dzit thowli la ilaha illa huwa ilayhil mashiir. 
 
بِسْمِ اللهِ باَبُنَا . تَبَارَكَ حِيْطَانُنَا. يس سَقْفُنَا, كهيعص كِفَايَتُنَاحم عسق حِمَايَتُنَ 
Bismillahi, baabuna. Tabaaroka, hiithoonuna. Ya siin, saqfunaa. Kaf ha ya ‘ain shod, kifaayatuna. Ha miim ‘ain siin qoof, himaayatuna. 

فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ 
Fasayakfikahumulloohu wa huwas sami'ul ‘aliim (3x)
 
سِتْرُ الْعَرْشِ مَسْبُوْلٌ عَلَيْنَا.وَعَيْنُ اللهِ نَاظِرَةٌ اِلَيْنَا. بِحَوْلِ اللهِ لاَيُقْدَرُ عَلَيْنَا. وَاللهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيْطٌ. بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيْدٌ . فِى لَوْحٍ مَحْفُوْظٍ 
Sitrul ‘arsyi masbulun ‘alaynaa, wa ‘ainulloohi nadhirotun ilaynaa, bi hawlillaahi la yuqdaru ‘alayna. Walloohu miwaroo-ihim muhiith. Bal Huwa Qur-aanum majiid. Fi lawhim mahfuudh. 

فاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ 
Faalloohu khayrun haafidhoow wa huwa arhamur rohimiin (3x)
 
 . اِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْن 
Inna waliyyi yalloohul ladzii nazzalal kitaaba wa huwa yatawallash shoolihiin (3x)
 
 . حَسْبِيَ اللهُ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ 
Hasbiyalloohu laa ilaaha illa huwa ‘alayhi tawakkaltu wa huwa robbul ‘arsyil ‘adhiim (3x) 
 
. بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ 
Bismillahil ladzii la yadlurru ma’asmihi syay-un fil ardli wa laa fis-samaa-i wa huwas-sami’ul ‘aliim (3x)
 
أَعُوْذَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ 
A’udzu bi kalimatillahit-taammati min syarri maa kholaq (3x) 
. وَلا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَ بِاللهِ العَلىِ العَظِيمِ 
Wala hawla wala quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adhiim (3x)
 . وصلى الله على سيدنا محمد و على آله و صحبه وسلم 
Wa shallaalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammadiw wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallaam. 

Nasab silsilah Beliau : Sayyidina Imam Abdullah bin Abdul Jabbar bin Tamim bin Harmuz bin Hatim bin Qushoy Yusuf bin Yusya' bin Wardi bin Abu Baththal, bin Ali bin Ahmad, bin Muhammad, bin Isa, bin Idris al-Mutsanna bin Umar bin Idris bin Abdullah, bin Hasan al-Mutsanna bin Sayyidina Hasan bin Sayyidina Ali bin Abu Tholib wa Sayyidatina Fathimah az Zahro' binti Sayyidina wa habibina wa syafi'ina sayyidina Nabi Muhammadin rosulillaahi shollolloohu 'alaihi wa aalihi sallam.
 
Dilarang mengamalkan hizb ini tanpa ada talqin ijazahan lgsg dari mursyid, amalan berbahaya bisa berdampak gila. Ini hanya saya buat untuk catatan saja. Wassallam Abdul Qodir Al-Busthomi.
 

Selasa, 10 November 2015

Contoh MC Non Formal



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hay hay hay apakabar penonton ? jumpa kembali bersama kami nofa robbana music dari pondok pesantren annuqayah lubangsa guluk guluk sumenep Madura dan saya yakin anda sudah tidak sabar menunggu dan menanti kehadiran dan kemunculan si jantung hati dan anda jangan khawatir karena dari blataran bergengsi saya ajay s kumar teman ceria anda akan menghantarkan anda ke suasana religius yang siap membius suasana santai anda bersama seluruh keluarga Karen tim musisi yang tak kenal basa basi dan juga para vokalis legendaris yang sudah banyak merilis album2 hits segera saya tawarkan saya tawarkan special khusus untuk mitra muda fans nufa dimanapun saja berada dan sebagai salam pembuka saya perkenalkan anda pada tim musisi nufa yang sudah tidak asing lagi diruang pandang saudara ya ha ha ha yang paling pertama sekali yang tengah mengobok-obok dram ehem . . . beliau punyak nama nurul hamzah sedangkan musisi paling kanan ditempati oleh ustad imamuddin asruri disebelahnya lagi ahmad saedi posisi paling tengah ditempati oleh zainuri dan disebelahnya lagi ustad luqman mahmudi dan diposisi paling kiri ditempati oleh ustad bisriyanto toha dan hadirin inilah lagu pertama akan dipersembahkan oleh dua vokalis cilik nufa yang juga akan diiringi oleh salah seorang keyboardis kenamaan kyai A Wazin yang akan bersama kita semua inilah duet dari adik zainullah dan faizirrahman lewat satu takjum album fihubbi untuk anda semua

Waduh waduh…….. hahahahahahahahahaha
Ini mak bukan sembarang music ya hahahahaha dengan music suasana jadi lebih asyik dan dengan sholawatunnabi hidup jadi lebih berarti sehingga kata orang nyelam sambil minum air atau kata orang Madura numpa’ jaran papajungan katanya karena disamping kita bersa’ir juga kita bersi’ar dan hadirin dendang sholawat yang berikut ini akan disenandungkan oleh ustad mas’aril haram dengan judul lagu aktsir bidzikrillah dan beri a plus yang meriah dulu untuk yang berikut ini

Nufa nufa hahaha nurul fata memang bukan hanya janji ya tapi bukti dan nufa teratas karena kualitas juga banyak diminati karena khas islami ya dan ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri buat kita music khas islmai yang salah satunya adalah music rebbana saat ini sudah mulai dilirik dan mulai mendapat perhatia khusus oleh para pemerhati music tanah air sehingga nufa hadi memberikan sumbangsi bagi khazanah bangsa ini nah hadirin untuk selanjutnya sholatullah bersama faizirrahman

Senin, 09 November 2015

Job Description IPNU


IPNU – IPPNU
 
Pasal 1
Ketua

  1. Status dan Kedudukan
    1. Mandataris Rapat anggota IPNU-IPPNU
    2. Pengurus harian PR
    3. Pemegang kebijaksanaan umum PR
    4. Koordinator umum kegiatan PR

  1. Hak dan Wewenang
    1. Menentukan kebijaksanaan organisasi yang bersifat umum dengan tetap mengindahkan ketentuan yang berlaku
    2. Pemegang kebijakan tertinggi PR
    3. Meminta pertanggung jawaban terhadap segala tindakan dan kebijakan fungsionalis pimpinan yang dilakukan atas nama organisasi
    4. Mengatasnamakan organisasi dalam segala kegiatan PR baik ke dalam maupun ke luar
    5. Memberhentikan, mengangkat dan mengganti personil kepengurusan PR uyang dianggap tidak menjalankan tugas organisasi sebagaimana mestinya, melalui musyawarah bersama pengurus harian lainnya
    6. Menandatangani surat-surat yang bersifat umum, baik ke dalam maupun ke luar atas nama organisasi

  1. Tugas dan Kewajiban
    1. Memegang kepemimpinan PR secara umum
    2. Koordinator umum pelaksanaan tugas personalia pimpinan
    3. Mengamati dan mengendalikan tugas personalia pimpinan
    4. Mengevaluasi secara umum program PR dan kegiatan-kegiatan (tahunan) yang telah dan atau hendak dilaksanakan selama kurun waktu 2 tahun masa khidmat
    5. Bertanggung jawab terhadap kelancaran dan keberadaan organisasi secara regional
    6. Bertanggung jawab terhadap segala tindakan dan kebijaksanaan organisasi secara umum kepada rapat anggota


Pasal 2
Wakil Ketua

  1. Status dan Kedudukan
    1. Pengurus harian PR IPNU-IPPNU
    2. Pemegang kebijaksanaan khusus PR
    3. Koordinator wakil pelaksana program PR

  1. Hak dan Wewenang
  1. Merumuskan dan menentukan kebijaksanaan organisasi sesuai dengan bidang garapdan/atau pelaksana program yang dibawah koordinasinya
  2. Menggantikan atau mewakili ketua jika berhalangan berdasarkan urutan tingkat jabatan dan/atau sesuai dengan bidang garap organisasi sebagaimana mestinya
  3. Bersama-sama pengurus harian lainnya membantu ketua dalam memberhentikan, mengangkat dan mengganti personil pimpinan yang dianggap tidak dapat menjalankan tugas organisasi sebagaimana mestinya
  4. Menandatangani surat-surat sesuai dengan bidang garap dan/atau program koordinasinya, jika ketua berhalangan

  1. Tugas dan Kewajiban
  1. Membantu ketua dalam menjalankan tugas-tugas bidang garap Departemen Da’wah dan Pengembangan Lingkungan serta Departemen Minat dan Bakat
  2. Mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program organisasi
  3. Mengawasi dan mengandalikan pelaksanaan program-program PR yang berada di bawah koordinasinya
  4. Mengevaluasi program-program (tahunan) yang telah dan/atau hendak dilaksanakan selama kurun waktu 2 tahun masa khidmat
  5. Dalam menjalankan tugasnya, bertanggung jawab kepada ketua

Pasal 3
Sekretaris

  1. Status dan Kedudukan
    1. Pengurus harian PR IPNU-IPPNU
    2. Pemegang kebijaksanaan administrasi PR

  1. Hak dan Wewenang
  1. Menyusun dan membuat kebijakan umum tentang administrasi
  2. Bersama-sama Ketua Umum membuat garis-garis kebijaksanaan organisasi secara umum
  3. Bersama-sama pengurus harian lainnya membantu Ketu dalam mengangkat dan memberhentikan personil kepengurusan PR yang dipandang tidak dapat menjalankan amanah organisasi sebagaimana mestinya
  4. Menandatangani surat-surat yang bersifat umum menyangkut intern dan ekstern organisasi
  5. Mendampingi Ketua dalam menjalankan kebijakan organisasi serta mewakilinya jika berhalangan

  1. Tugas dan Kewajiban
  1. Mendampingi dan bekerjasama dengan Ketua dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi
  2. Mengatur dan menertibkan system administrasi (kesekretariatan) secara umum
  3. Mengelola dan mengwasi tugas-tugas kesekretariatan secara umum
  4. Bersama-sama Ketua melakukan evaluasi terhadap semua kegiatan (tahunan) yang telah dan/atau hendak dilaksanakan selama kurun waktu 2 tahun masa khidmat
  5. Mempertanggung jawabkan segala tindakan dan kebijakan keorganisasian dibidang kesekretariatan kepada Ketua


Pasal 4
Wakil Sekretaris

  1. Status dan Kedudukan
    1. Pengurus harian PR IPNU-IPPNU
    2. Pemegang kebijaksanaan khusus administrasi PR sesuai dengan status dan kedudukan Wakil Ketua

  1. Hak dan Wewenang
  1. Menyusun dan menentukan kebijaksanaan administrasi sesuai dengan bidang wakil ketua
  2. Menggantikan atau mewakili Sekretaris apabila berhalangan sesuai dengan urutan tingkatan jabatan atau bidang koordinasinya masing-masing
  3. Bersama-sama pengurus harian lainnya membantu Ketua dalam mengangkat, memberhentikan dan mengganti personil kepengurusan PR yang dipandang tidak dapat menjalankan amanah organisasi sebagaimana mestinya
  4. Bersama-sama Wakil Ketua melaksanakan tugas-tugas organisasi
  5. Menandatangani surat-surat sesuai dengan bidang garapnya

  1. Tugas dan Kewajiban
  1. Membantu Sekretaris dalam menjalankan tugas-tugas keadministrasian
  2. Melaksanakan tugas keadministrasian sesuai dengan bidang garap dan/atau dibawah koordinasi program wakil ketua
  3. Mendampingi wakil ketua dalam menjalankan tugas-tugas organisasi
  4. Membuat surat-surat sesuai dengan bidang garap dan/atau koordinasi program wakil ketua
  5. Bersama-sama wakil ketua mengevaluasi semua kegiatan (tahunan) yang telah dan/atau akan dilaksanakan selama kurun waktu 2 tahun masa khidmat
  6. Dalam menjalankan tugasnya, bertanggung jawab kepada wakil ketua dan sekretaris

Pasal 5
Bendahara
  1. Status dan Kedudukan
    1. Pengurus harian PR IPNU-IPPNU
    2. Pemegang kebijaksanaan umum di bidang keuangan PR

  1. Hak dan Wewenang
  1. Membuat dan menentukan kebijakan umum menyangkut keuangan tentang anggaran pendapatan dan belanja organisasi tahunan dalam satu periode bersama ketua
  2. Bersama-sama dengan sekretaris dan ketua mengevaluasi program yang telah dilaksanakan
  3. Bersama-sama pengurus harian lainnya membantu ketua dalam mengangkat, memberhentikan dan mengganti personil kepengurusan PR yang di pandang tidak dapat menjalankan amanah organisasi sebagaimana mestinya
  4. Meminta pertanggung jawaban keuangan dari panitia pelaksana yang dibentuk PR dan/atau wakil bendahara lainnya
  5. Menandatangani surat-surat yang berkenaan dengan keuangan bersama Ketua dan Sekretaris
  1. Tugas dan Kewajiban
  1. Mengusahakan sumber keuangan organisasi yang halal dan tidak mengikat melalui persetujuan Ketua
  2. Menyusun anggaran pendapatan dan belanja organisasi (enam bulan) yang telah dan/atau hendak dilaksanakan dalam kurun waktu dan/atau 2 tahun masa khidmat bersama Ketua
  3. Mengatur dan mengawasi sirkulasi keuangan PR dengan sepengetahuan Ketua
  4. Melaporkan neraca keuangan PR secara berkala dihadapan rapat anggota
  5. Dalam menjalankan tugasnya, bertanggung jawab kepada ketua
  6. Dalam pelaksanaan tugasnya bendahara dibantu oleh seorang wakil bendahara

Pasal 6
Wakil Bendahara

  1. Status dan Kedudukan
    1. Pengurus harian PR IPNU-IPPNU
    2. Pemegang kebijaksanaan umum di bidang keuangan PR, sesuai dengan status dan kedudukan Wakil Ketua

  1. Hak dan Wewenang
  1. Membuat dan menentukan kebijakan umum menyangkut keuangan sesuai dengan bidang garap wakil ketua
  2. Mengganti dan mewakili bendahara jika berhalangan, menurut tingkat jabatan
  3. Bersama Bendahara dan Wakil Ketua serta Wakil Sekretaris, merumuskan dan menetapkan anggaran belanja dan pendapatan keuangan sesuai dengan bidang garap organisasi
  4. Bersama-sama pengurus harian lainnya membantu Ketua dalam mengangkat, memberhentikan dan mengganti personil kepengurusan PR yang dipandang tidak dapat menjalankan amanah organisasi sebagaimana mestinya

  1. Tugas dan Kewajiban
  1. Membantu Bendahara dalam menjalankan tugas-tugas organisasi yang berkenaan dengan pengelolaan keuangan
  2. Melaksanakan tugas kebendaharaan sesuai dengan bidang garap dan/atau koordinasi program wakil ketua
  3. Dalam menjalankan tugasnya, bertanggung jawab kepada Bendahara
  4. Bersama-sama wakil ketua dan wakil sekretaris mengevaluasi semua kegiatan (tahunan) yang telah dan/atau akan dilaksanakan dalam kurun waktu 2 tahun masa khidmat sesuai dengan bidang garap koordinasinya


Pasal 7
Departemen Pendidikan dan Pengembangan Kader

  1. Status dan Kedudukan
    1. Pengurus PR IPNU-IPPNU
    2. Pelaksana program khusus PR, pada departemen pendidikan dan pengembangan kader


  1. Hak dan Wewenang
  1. Menyusun dan merumuskan langkah-langkah operasional program hasil rapat anggota yang berkaitan dengan pendidikan dan pembinaan kader dalam organisasi
  2. Bersama-sama Ketua menetapkan kebijaksanaan organisasi secara operasional
  3. Mengembangkan program pendidikan dan pengembangan keder secara formal dan informal yang lebih menyentu dan terarah pada kebutuhan organisasi secara berkala dalam kurun waktu 2 (dua) tahun

  1. Tugas dan Kewajiban
  1. Melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan PR
  2. Memberikan laporan tahunan atas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dihadapan rapat anggota
  3. Dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab pada Ketua

Pasal 8
Departemen Da’wah dan Pengembangan Lingkungan

  1. Status dan Kedudukan
    1. Pengurus PR IPNU-IPPNU
    2. Pelaksana program khusus PR, pada departemen Da’wah dan Pengembangan Lingkungan

  1. Hak dan Wewenang
  1. Menyusun dan merumuskan langkah-langkah operasional program hasil rapat anggota yang berkaitan dengan Da’wah dan Pengembangan Lingkungan dalam organisasi
  2. Bersama-sama wakil ketua menetapkan kebijaksanaan organisasi secara operasional
  3. Menyiarkan da’wah Islam Ahlussunah Waljama’ah dan mengembangkan tatanan lingkungan yang lebih menyatu dan terarah pada kebutuhan organisasi secara berkala dalam kurun waktu 2 (dua) tahun

  1. Tugas dan Kewajiban
  1. Melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan PR
  2. Memberikan laporan tahunan atas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dihadapan rapat anggota
  3. Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab pada wakil ketua


Pasal 9
Departemen Pengembangan Minat dan Bakat

  1. Status dan Kedudukan
    1. Pengurus PR IPNU-IPPNU
    2. Pelaksana program khusus PR, pada departemen Pengembangan Minat dan Bakat



  1. Hak dan Wewenang
  1. Menyusun dan merumuskan langkah-langkah operasional program hasil rapat anggota yang berkaitan dengan pengembangan minat dan bakat dalam organisasi
  2. Bersama-sama wakil ketua menetapkan kebijaksanaan organisasi secara operasional
  3. Mengembangkan konsep pengembangan minat dan bakat yang lebih menyantu dan terarah pada kebutuhan organisasi secara berkala dalam kurun waktu 2 (dua) tahun

  1. Tugas dan Kewajiban
  1. Melaksanakan Program kerja yang telah ditetapkan PR
  2. Memberikan laporan tahunan atas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dihadapan rapat anggota
  3. Dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab pada wakil ketua

Pasal 10
Departemen Lembaga Ekonomi

  1. Status dan Kedudukan
    1. Pengurus PR IPNU-IPPNU
    2. Pelaksana Program khusus PR pada departemen Lembaga Ekonomi

  1. Hak dan Wewenang
  1. Menyusun dan merumuskan langka-langkah operasional hasil rapat anggota yang berkaitan dengan Lembaga Ekonomi dalam organisasi
  2. Besama-sama Bendahara menetapkan kebijaksanaan organisasi secara operasional
  3. Mengatur dan mengawasi sirkulasi keuangan Lembaga Ekonomi yang lebih terarah pada kebutuhan organisasi secara berkala dalam kurun waktu 2 (dua) tahun

  1. Tugas dan Kewajiban
  1. Melaksanakan Program kerja yang telah ditetapkan PR
  2. Memberikan laporan tahunan atas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dihadapan rapat anggota
  3. Dalam Menjalankan tugasnya bertanggung jawab pada Bendahara

Pasal 11
P e n u t u p

  1. Hal-hal yang belum termuat dalam ketentuan ini akan ditentukan lebih lanjut dalam peraturan dan/atau keputusan Pimpinan Ranting
  2. Tata kerja organisasi ini berlaku sejak tanggal ditetapkan


    http://ipnuippnungasem.blogspot.co.id/p/download.html

Job Description IPNU

മാനേജമെന്‍ ORAGANISASI
Manajemen bukanlah ilmu murni, tetapi merupakan aplikasi science induknya adalah Ilmu Administrasi. Istilah manajemen sendiri bisa berarti macam-macam meskipun ilmu manajemen sering diartikan sebagai ilmu pengelolaan. Pada materi ini akan kita batasi artinya dalam pengertian yang umum, yaitu suatu proses pengelolaan kegiatan dari suatu program.
Adapun 3 unsur pokok manajemen adalah:
1. Administrasi
2. Organisasi
3. Manajemen (itu sendiri)
Administrasi secara sempit diartikan sebagai suatu usaha, pengarsipan, tulis menulis, catat mencatat, dll.
Administrasi secara luas dibagi atas administrasi pemerintahan dan swasta.
Proses administrasi sendiri sering diartikan sebagai satu bentuk kerjasama antara dua orang atau lebih. Sedang pada penjabaran yang lebih luas dengan banyaknya anggota yang dihimpun untuk mencapai tujuan yang lebih besar diperlukan tempat/wadah yang disebut organisasi.
Jadi pengertian organisasi adalah Suatu tempat atau wadah yang dapat dipakai oleh anggota untuk menghimpun para anggota dalam mencapai tujuan yang lebihh besar.
Langkah-langkah penyusunan organisasi
1. Job Analysis
2. Reqruitment
3. Job description
Organisasi dibagi 2:
1. Formal, adalah suatu wadah yang di dalamnya terdapat susunan kepengurusan terstruktur dan masing-masing mempunyai tugas yang jelas dan program yang sistematis (di kalangan NU umumnya disebut jam’iyyah).
2. Non Formal, adalah wadah orang-orang yang mempunyai tujuan bersama namun tidak mempunyai struktur yang baku, dan tidak ada tugas yang sistematis. (di kalangan NU umumnya disebut jama’ah).
Biasanya organisasi formal akan memberikan perubahan terhadap anggotanya, juga perubahan sosial terhadap organisasi sendiri antara lain:
· Perubahan peranan dan tujuan organisasi
· Membesarnya ukuran dan kompleksitas organisasi
· Tujuan organisasi menjadi lebih komplek dan sukar
· Penggunaan teknologi yang maju
· Adanya bentuk organisasi yang baru
· Perubahan pandangan terhadap manusia
Manajemen diartikan sebagai ilmu pengelolaan (seperti yang tersebut di atas) memiliki beberapa komponen 5M, yaitu: Man, Method, Money, Machine, dan Material.
Secara umum fungsi-fungsi pokok manajemen dirumuskan oleh George Terry sebagai 4P, yaitu Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pelaksanaan (Actuating), dan Pengendalian (Controlling). Tetapi banyak juga para ahli yang lain yang mempunyai pendapat berbeda tentang fungsi-fungsi manajemen, meskipun pada intinya sama. Hanya ada beberapa tambahan atau pengurangan dalam beberapa hal.
Fungsi-fungsi pokok dari manajemen yang harus dilaksanakan adalah:
1. Planning (merencanakan), merancang hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pembentukan suatu badan, termasuk di dalamnya survey kebutuhan dan rancang bangun media yang digunakan serta jadwal kerja dan teknis administrasi.
2. Organizing (mengorganisasi), membentuk kelompok yang sekaligus memberi pembagian kerja antar anggota kelompok.
3. Actuating (melaksanakan), sudah merupakan fungsi langsung dari suatu proses. Pada tahapan ini sesungguhnya tanggung jawab para anggota sudah mulai dirasakan manfaatnya.
4. Controlling (mengendalikan), mengamati jalannya proses yang terjadi dari pelaksanaan yang ada untuk kemudian memberi masukan atau melakukan perbaikan (evaluasi).

PERAN IPNU DAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI

PERAN IPNU DAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI
2 Maret 2008 at 9:16 (Organisasi)
Kembalinya Ikatan Putra Nahdlatul Ulama ke Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang di hasilkan pada kongres di Surabaya XIV tahun 2003 dan di mantapkan pada kongres di Jakarta tahun 2006, menjadi prasasti sejarah bagi era baru perjuangan IPNU merambah dunia pendidikan. Implikasi dari perubahan orientasi kembali ke pelajar adalah memperjuangkan terpenuhinya hak-hak pelajar. Tidak sekedar melakukan proses kaderisasi melalui institusi pendidikan, lebih dari sekedar itu harus terumuskan pula secara filosofi, strategi memperjuangkan dunia pendidikan Indonesia di era globalisasi saat ini. Dunia pendidikan saat ini memasuki ruang kehawatiran (gelap), pribadi pendidikan di negeri ini dis-orientasi, akibatnya target pendidikan kehilangan arah. Mulai dari regulasi yang tidak berpihak pada rakyat, kurikulum yang tidak konstektual, manajemen yang tidak transparan, serta sarana prasarana yang tidak memadai.
Pola pikir masyarat saat ini beruba orentasi tentang makna pendidikan, masyarakat sekarang instan berpikir tentang pendidikan. Pendidikan (sekolah atau kuliah) semata hanya untuk mendapatkan pekerjaan. Disinilah bangunan berpikir masyarakat kita telah berorentasi pada pasar. Tujuan pendidikan menjadi dangkal, karena hanya berorentasi pada kerja sesuai dengan pangsa pasar. Sementara, makna proses dari pembelajaran untuk mengasah kreativitas dalam karangka ilmiah dan akademik semakin kabur. Hal ini lebih disebabkan oleh nalar berpikir masyarakat kita yang pragmatis sebagai konsekuensi dari keberhasilan kapitalisme di negara dunia ketiga (baca:negara berkembang). Pendidikan menjadi aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Karena dengan pendidikan, masyarakat akan tercerahkan, ”melek” pengetahuan dan mampu mencipta dan berkreasi untuk perubahan menuju keadaan yang lebih baik atas negeri ini. Patut disayangkan, upaya menuju tercapainya cita-cita pendidikan tersebut terseret arus globalisasi, yang sekali lagi justru mengerdilkan makna pendidikan.
IPNU harus mampu menyelami ruang batin dunia pendidikan kita. Tanggung jawab sejarah tersebut harus terus diperjuangkan jika tidak ingin organisasi kepelajaran ini dianggap latah dalam menghadapi tantangan global. Lantas, dengan apa IPNU akan bergerak? Paling tidak, IPNU memiliki basis ideologi yang kaya. Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) seharusnya mampu menjadi semangat perjuangan untuk mendapatkan hak-hak pendidikan bagi pelajar Indonesia

ലടര്‍ ബെലകന്ഗ് IPNU

Latar Belakang Pendirian IPNU
Setahun sebelum Pesta demokrasi atau Pemilu yang pertama kali di Indonesia, tepatnya pada tanggal 24 Februari 1954 M. atau 20 Jumadil Akhir 1373 H. lahirlah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan wadah pengkaderan bagi generasi muda NU yang bersumber dari kalangan pesantren dan pendidikan umum, yang diharapkan dapat berkiprah di berbagai bidang, baik politik, birokrasi, maupun bidang-bidang profesi lainnya. Pada awalnya embrio organisasi ini adalah berbagai organisasi atau asosiasi pelajar dan santri NU yang masih bersifat lokal dan parsial.
Sebagai badan otonom NU, keberadaan IPNU tidak bisa dilepaskan dari grand design NU, karena itu IPNU dituntut untuk senantiasa mengembangkan peran dan fungsinyan untuk fungsi peran dan pelaksana kebijakan dan program NU yang berkaitan dengan masyarakat santri, pelajar, dan mahasiswa. Sebagai konsekuensinya IPNU sebagai garda depan kaderisasi dalam tubuh NU sekaligus mengemban tugas untuk menyosialisasikan nilai-nilai dan ajaran-ajaran NU dalam kehidupan anggotanya.
Konsep Islam tentang Generasi Muda
Para ahli memberi gambaran yang berbeda-beda mengenai batasan pemuda. Untuk itu di bawah ini diberikan gambaran batasan usia pemuda dilihat dari kepentingan agama dan sosial sebagai berikut:
1. Dilihat dari kepentingan kehidupan sosial, dapat dibedakan menjadi 3 kategori:
a. Siswa usia antara 6-18 tahun
b. Mahasiswa usia antara 18-25 tahun
c. Pemuda di luar sekolah usia antara 15-30 tahun
2. Menurut ilmu jiwa agama, batasan pemuda antara usia 13-24 tahun
Dengan demikian kita dapat mengetahui posisi pemuda sehingga dalam tindakan dan berfikir akan dapat menganalisa dengan tepat sehingga nantinya dapat mencarikan jalan keluarnya.
Untuk lebih jelasnya di bawah ini kita beri gambaran secara singkat tentang ciri-ciri kehidupan pemuda sebagai berikut:
  1. Kemurnian idealisme
  2. Keberanian dan keterbukaannya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan baru.
  3. Semangat pengabdian
  4. Spontanitas dan dinamikanya
  5. Inovasi dan kreativitasnya
  6. Keinginan-keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
  7. Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan kepribadian yang mandiri
  8. Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang didapat merelevansikan pendapat, sikap dan tindakannya dengan kenyataan-kenyataan yang ada
സെജരത് ഇപ്നു
I. Sejarah lahirnya IPNU
Berawal dari ide para putra Nahdlatul Ulama, yakni pelajar dan santri pondok pesantren untuk mendirikan suatu kelompok atau perkumpulan .
· Pada tahun 1939 lahir PERSANO (Persatoean Santri Nahdlatoel Oelama).
· Pada tahun 1947 Lahir IMNU (Ikatan Murid Nahdlatul Ulama) di Malang.
· Pada tahun 1950 berdiri IMNU (Ikatan Mubaligh Nahdlatul Ulama di Semarang.
· PARPENO (Persatoean Pelajar Nahdlatoel Oelama) di Kediri.
· Di Bangil berdiri Ikatan Pelajar Islam Nahdlatul Ulama.
Namun organisasi-organisasi yang telah berdiri di atas masih berjuang sendiri-sendiri dan tidak mengenal di antara satu sama lain.
Bertitik tolak dari kenyataan tersebut, maka Almarhum Tholcha Mansyur (Malang), Sofyan Cholil (Jombang), H. Mustamal (Solo) bermusyawarah untuk mempersatukan organisasi-organisasi tersebut dalam satu wadah, satu nama dan satu faham dengan nama IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) saat berlangsung kongres LP Ma’arif di Semarang pada tanggal 24 Februari 1954/20 Jumadil akhir 1373 Hijriyah.
Pada kongres ke VI di Surabaya IPNU menjadi badan otonom NU (Nahdlatul Ulama). Sehingga IPNU Berhak mengatur rumah tangganya sendiri baik ke luar maupun ke dalam, tidak lagi tergantung kepada kebijakan LP Ma’arif.
Pada perkembangan selanjutnya IPNU berubah nama menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama saat kongres ke X di Jombang disebabkan organisasi pelajar yang diakui pemerintah hanya OSIS sebagai organisasi intra sekolah dan Pramuka sebagai organisasi ekstra sekolah. Sehingga ladang garap IPNU tidak hanya pelajar dan santri saja, tetapi juga pemuda, remaja dan mahasiswa.
Di dalam kongres XIV tanggal 18 – 24 Juni 2003 di Surabaya IPNU sepakat untuk kembali ke habitatnya semula dengan berganti nama menjadi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dengan orientasi pelajar, santri dan mahasiswa.
Lahirnya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan wadah pengkaderan bagi generasi muda NU yang bersumber dari kalangan pesantren dan pendidikan umum, yang diharapkan dapat berkiprah di berbagai bidang, baik politik (kebangsaan), birokrasi, maupun bidang-bidang profesi lainnya. Pada awalnya embrio organisasi ini adalah berbagai organisasi atau asosiasi pelajar dan santri NU yang masih bersifat lokal dan parsial.
II. Tujuan Organisasi
Terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah swt., berilmu, berakhlaq mulia, dan berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegaknya syariat Islam menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Di bidang pendidikan IPNU mempunyai tujuan:
· Untuk memelihara rasa persatuan dan kekeluargaan di antara pelajar umum, santri dan mahasiswa.
· Membina dan meningkatkan pendidikan dan kebudayaan Islam.
· Meningkatkan harkat masyarakat Indonesia yang berasusila dan mengabdi kepada agama, bangsa dan negara.
III. Trilogi IPNU
Konsep dasar perjuangan IPNU di masyarakat pelajar
Belajar – Berjuang – Bertaqwa
IV. Lambang Organisasi
Gambar Logo IPNU
ipnu-color
Makna Logo
Warna dasar hijau tua: Subur
Bentuk bulatan: Kontinyu (berkesinam-bungan)
Lingkaran dasar putih Lingkaran tengah kuning: Hikmah dan cita-cita tinggi
Huruf IPNU putih: Suci
3 titik di antara singkatan IPNU: Islam, Iman, Ihsan
6 garis strip (kanan 3 dan kiri 3) putih: Suci
9 bintang kuning: Lambang NU
2 kitab putih: Al-Qur’an dan Al-Hadits
2 bulu angsa bersilang putih: Menuntut ilmu agama dan ilmu umum
5 sudut bintang: Rukun Islam
V. Citra Diri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama
Citra diri IPNU & IPPNU dilandasi oleh pokok-pokok pikiran bahwa manusia bertanggung jawab melaksanakan misi khalifah, yaitu memelihara, mengatur, dan memakmurkan bumi.
Makna dan fungsi manusia sebagai khalifah memiliki dua dimensi, yaitu dimensi sosial (horizontal) dan dimensi ilahiah (vertikal)
· Sosial bermakna mengenal alam, memikirkannya, dan memanfaatkan alam demi kebaikan dan ketinggian derajat manusia sendiri.
· Ilahiah yaitu mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di hadapan Allah SWT.
Secara sosiologis manusia merupakan suatu komunitas yang memiliki nila-nilai kemanusiaan (moral, nilai sosial dan nilai keilmuan)
VI. Kondisi IPNU Sebelum Khitthah NU
IPNU telah melangkah menuju kemajuan dan kiprahnya telah diakui masyarakat. Namun pada perkembangannya tidak dapat mencapai puncak programnya, karena NU sebagai organisasi induknya pada saat itu masih terbawa arus politik sehingga ummat tidak menjadi perhatian utama.
VII. Kondisi IPNU Pasca Khitthah NU
Perkembangan pasca khittah NU dan Kongres Jombang sangat menggembi-rakan karena khittah mampu mencipatkan iklim yang kondusif bagi pengem-bangan organisasi.
Namun IPNU menyadari bahwa sumbangannya sendiri dan masyarakat luas belum banyak. Dan generasi muda sebagai tenaga potensial pembangunan nasional membutuhkan pembinaan, maka IPNU memandang mendesak adanya konsep Citra Diri IPNU dalam rangka meningkatkan keperansertaannya dalam pembangunan bangsa.
VIII. Hakikat IPNU
IPNU adalah wadah perjuangan pelajar NU untuk mensosialisasikan komitmen, nilai-nilai kebangsaan, keislaman, keilmuan, kekaderan, dan keterpelajaran dalam upaya penggalian dan pembinaan potensi sumberdaya anggota yang senantiasa mengamalkan kerja nyata demi tegaknya ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamah dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
IX. Orientasi IPNU
Orientasi IPNU berpijak pada kesemestaaan organisasi dan anggotanya untuk senantiasa menempatkan pergerakan pada zona keterpelajaran dengan kaidah belajar, berjuang dan bertaqwa yang bercorak dasar dengan wawasan kebangsaan, keislaman, keilmuan, kekaderan, dan keterpelajaran.
1. Wawasan Kebangsaan, adalah wawasan yang dijiwai oleh asas kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan, yang mengakui kebhinnekaan sosial budaya, yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, hakikat dan martabat manusia, yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap nasib bangsa dan negara berlandaskan prinsip keadilan, persamaan, dan demokrasi.
2. Wawasan Keislaman, adalah wawasan yang menempatkan ajaran agama Islam sebagai sumber motivasi dan inspirasi dalam memberikan makna dan arah pembangunan manusia, sehingga IPNU dalam bermasyarakat bersikap:
· Tawasuth dan I’tidal yakni menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kejujuran, bersikap membangun dan menghindari tindakan dan kehendak dengan menggunakan kekuasaan dan kedhaliman,
· Tasamuh yaitu toleran terhadap perbedaan pendapat
· Tawazun yaitu seimbang dalam menjalin hubungan antara manusia dan Tuhannya, serta manusia dan lingkungannya.
· Amar Ma’ruf Nahi Mungkar yaitu memiliki kecenderungan untuk melaksanakan usaha perbaikan, serta mencegah kerusakan harkat manusia dan kerusakan lingkungan, mandiri, bebas, terbuka, dan bertanggung jawab, bersikap dan bertindak.
3. Wawasan Keilmuan, adalah wawasan yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk mengembangkan kecerdasan anggota dan kader.
4. Wawasan Kekaderan, Wawasan yang menempatkan organisasi sebagai wadah untuk membina anggota agar menjadi kader-kader yang memiliki komitmen terhadap ideologi, cita-cita perjuangan organisasi, bertanggung jawab dalam mengembangkan dan membentengi organisasi. Membentuk pribadi yang menghayati dan mengamalkan ajaran islam ala Ahlussunah Wal Jama’ah, memiliki komitmen terhadap ilmu pengetahuian serta memiliki kemampuan teknis mengembangkan organisasai kepemimpinan, kemandirian dan kepopuleran.
5. Wawasan Keterpelajaran, adalah wawasan yang menempatkan organisasi dan anggota pada pementapan diri sebagai centre of excellence pemberdayaan sumbrer daya terdidik yang berilmu, berkeahlian dan visioner, memiliki strategi dan operasionalisasi yang berpihak kepada kebenaran, kejujuran serta amar ma’ruf nahi mungkar.
X. Posisi IPNU
a. Posisi Intern
IPNU sebagai perangkat dan badan otonom NU secara kelembagaan memiliki kedudukan yang sama dan sederajat dengan badan-badan otonom lain yaitu memiliki tugas utama melaksanakan kebijakan NU.
b. Posisi Ekstern
IPNU adalah bagian dari generasi muda Indonesia yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia dan merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya dan cita-cita perjuanagan Nahdlatul Ulama serta cita-cita bangsa Indonesia.
c. Fungsi
IPNU berfungsi sebagai:
a. Wadah berhimpun pelejar NU untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai Nahdliyah
b. Wadah komunikasi pelajar NU untuk menggalang Ukhuwah Islamiyah dan mengembangkan syari’at Islam.
c. Wadah kaderisasi pelajar NU untuk mempersiapkan kader-kader bangsa.
d. Wadah aktualisasi pelajar NU dalam pelaksanaan dan pengembangan Syariat Islam
XI. Visi IPNU
Visi IPNU adalah terbentuknya putra putra bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlaq mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya Syariat Islam menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
XII. Misi IPNU
1. Menghimpun dan membina pelajar Nahdlatul Ulama dalam satu wadah organisasi IPNU
2. Mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa
3. Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun landasan program perjuangan sesuai dengan perkembangan masyarakat (maslahah Al-Amah), guna terwujudnya Khaira Ummah
4. Mengusahakan jalinan komunikasi dan kerjasama program dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi
XIII. Struktur Organisasi IPNU
1. Pimpinan tertinggi IPNU di ibu kota Negara disebut Pimpinan Pusat IPNU (PP IPNU)
2. Pimpinan IPNU di provinsi disebut Pimpinan Wilayah IPNU (PW IPNU)
3. Pimpinan IPNU di kabupaten/kota disebut Pimpinan Cabang IPNU (PC IPNU)
4. Pimpinan IPNU di kecamatan disebut Pimpinan Anak Cabang IPNU (PAC IPNU)
5. Pimpinan IPNU di desa/kelurahan disebut Pimpinan Ranting IPNU (PR IPNU)
6. Pimpinan IPNU di Lembaga Pendidikan perguruan tinggi, pondok pesantren, SLTP/MTs, SLTA/MA dan yang sederajat disebut Pimpinan Komisariat IPNU (PK IPNU)
XIV. Alumni IPNU yang Menjadi “Orang Besar”
IPNU sebagai salah satu organisasi pelajar yang berskala nasional telah menumbuhkan berbagai tokoh-tokoh yang mempunyai peran penting dalam kemajuan Bangsa Indonesia, khususnya ummat Islam. Tokoh-tokoh tersebut antara lain:
1. Bapak KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
· Mantan ketua IPNU Komisariat PP Tambakberas Jombang
· Mantan Presiden RI
· Ketua Dewan Syuro PKB
2. Bapak Prof. Dr. KH. M. Tolhah Hasan (Singosari)
· Duduk sebagai Ketua cabang IPNU Malang ketika masih di bangku SLTP
· Mantan Menteri Agama (Kabinet Indonesia Bersatu-Era Gus Dur)
· Pernah menghadap Bupati Malang dengan hanya memakai celana pendek (seragam SLTP pada waktu itu)
3. Bapak Dr. KH. A. Hasyim Muzadi (Malang)
· Mantan Ketua Cabang Tuban
· Ketua Pengurus Besar NU sekarang di Jakarta
· Sekjen ICIS (International Conference of Islamic Scholars - Forum silaturahmi ulama & cendekiawan Islam sedunia)
4. Bapak Hamzah Haz
· Mantan ketua Pengurus Cabang NU Kutai
· Mantan Wakil Presiden RI
· Ketua Umum DPP PPP
5. Ida Fauziah
· Anggota DPR RI sekarang
· Ketua PPKB pusat sekarang
6. Khofifah Indar Parawansa
· Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan
· Ketua PP Muslimat NU sekarang
Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh lainnya.
I. Khatimah
Dengan berbagai pemaparan di atas, maka diharapkan generasi-generasi penerus IPNU & IPPNU dapat memahami organisasi IPNU & IPPNU sampai dengan permasalahan yang sekecil-kecilnya. Dengan pemahaman dan keteladanan dari tokoh-tokoh pendahulu IPNU & IPPNU, kita dapat menjadi penerus perjuangan yang benar-benar berjuang mewujudkan kejayaan ummat Islam, khususnya warga Nahdliyin Semua itu untuk mencapai satu tujuan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT sebagaimana motto IPNU & IPPNU “belajar, berjuang, dan bertaqwa”.
Cita-cita Kita:
“Terwujudnya pelajar-pelajar yang bertaqwa kepada Allah SWT,berilmu, inovatif, dan kreatif serta berguna dengan berdasarkan syariat Islam”

പ്രോഗില്‍ IPPNU

Profil IPPNU PDF Print E-mail
Thursday, 21 February 2008
Dalam perspektif sejarah perjuangan bangsa dan negara, eksistensi (keberadaan) dan peran generasi muda (khususnya kaum pelajar) merupakan realitas yang diperhitungkan. Dengan berbekal idealisme dan sebagai sebuah potensi bangsa yang independen, pelajar telah menunjukkan peran langsung dalam proses perjuangan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.
Dewasa ini, kaum pelajar masih dan akan terus berperan aktif memberikan sumbangsih bagi usaha-usaha mempercepat proses terwujudnya cita-cita dan tujuan nasional yang terangkum dalam Pancasila dan UUD 1945 (yang diamandemen), disamping juga turut berperan dalam mewujudkan demokratisasi bangsa Indonesia.
Keberadaan dan peran aktif kaum pelajar tersebut, harus senantiasa diperbarui dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman dalam pembangunan. Tentu saja agar pelajar dapat lebih berperan secara optimal, maka mereka perlu terus dibina melalui berbagai kegiatan kegiatan dalam wadah kepemudaan dan kepelajaran, salahsatunya adalah IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama). IPPNU adalah organisasi badan otonom dibawah naungan Nahdlatul Ulama, sekaligus sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia dengan ciri khas di bidang keagamaan, kemasyarakatan, kepelajaran dan kepemudaan.
Sebagai badan otonom NU, IPPNU dituntut untuk senantiasa mensukseskan program-program NU di kalangan santri, pelajar, dan remaja, baik sebagai wadah penempatan kader maupun interaksi sosial kejuangan dengan nilai-nilai keagamaan, ahlusunnah wal jama’ah. Sedang sebagai organisasi sosial kemasyarakatan pemuda, IPPNU diharapkan berperan aktif mensukseskan program-program pemerintah dibidang pelayanan, khususnya kepada pelajar, pada seluruh aspek kehidupan. Karenanya pengembangan organisasi IPPNU harus senantiasa memenuhi kebutuhan anggota dan masyarakat di satu sisi, dan kepentingan berbangsa dan bernegara di sisi yang lain. Di samping sebagai banom dan ormas, keberadaan IPPNU menempati posisi yang strategis, dimana didalamnya mempunyai cita-cita mulia yakni menciptakan kader-kader bangsa yang bertakwa kepada Allah Swt, berilmu, berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan dan bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya faham Ahllussunnah wal Jama’ah dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 hasil amandemen.

സെജരത് സിങ്ങ്കറ്റ് IPPNU

Bila Presiden RI pertama, Ir Soekarno, pernah mengatakan bahwa “Jangan sekali-sekali melupakan sejarah” dan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak akan lupa pada sejarah pendahulunya”. Maka demikian pula seharusnya dalam misi perjuangan IPPNU. Roh dari para pendahulu yang demikian berjasa harus selalu mengilhami perjuangan masa kini, tidak akan lupa seorang pemimpin kepada sejarah yang telah membesarkan nama organisasi yang dipimpinnya.
Sejarah kelahiran IPPNU dimulai dari perbincangan ringan oleh beberapa remaja putri yang sedang menuntut ilmu di Sekolah Guru Agama (SGA) Surakarta, tentang keputusan Muktamar NU ke-20 di Surakarta. Maka perlu adanya organisasi pelajar di kalangan Nahdliyat. Hasil obrolan ini kemudian dibawa ke kalangan NU, terutama Muslimat NU, Fatayat NU, GP. Ansor, IPNU dan Banom NU lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU putri pada kongres I IPNU yang akan diadakan di Malang. Selanjutnya disepakati bahwa peserta putri yang akan hadir di Malang dinamakan IPNU putri.
Dalam suasana kongres, yang dilaksanakan pada tanggal 28 Februari – 5 Maret 1955, ternyata keberadaan IPNU putri masih diperdebatkan secara alot. Rencana semula yang menyatakan bahwa keberadaan IPNU putri secara administratif menjadi departemen dalam organisasi IPNU. Namun, hasil pembicaraan dengan pengurus teras PP IPNU telah membentuk semacam kesan eksklusifitas IPNU hanya untuk pelajar putra. Melihat hasil tersebut, pada hari kedua kongres, peserta putri yang terdiri dari lima utusan daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang dan Kediri) terus melakukan konsultasi dengan jajaran teras Badan Otonom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar yakni PB Ma’arif (KH. Syukri Ghozali) dan PP Muslimat (Mahmudah Mawardi). Dari pembicaraan tersebut menghasilkan beberapa keputusan yakni:
  • Pembentukan organisasi IPNU putri secara organisatoris dan secara administratif terpisah dari IPNU
  • Tanggal 2 Maret 1955 M/ 8 Rajab 1374 H dideklarasikan sebagai hari kelahiran IPNU putri.
  • Untuk menjalankan roda organisasi dan upaya pembentukan-pembentukan cabang selanjutnya ditetapkan sebagai ketua yaitu Umroh Mahfudhoh dan sekretaris Syamsiyah Mutholib.
  • PP IPNU putri berkedudukan di Surakarta, Jawa Tengah.
  • Memberitahukan dan memohon pengesahan resolusi pendirian IPNU putri kepada PB Ma’arif NU. Selanjutnya PB Ma’arif NU menyetujui dan mengesahkan IPNU putri menjadi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Dalam perjalanan selanjutnya, IPPNU telah mengalami pasang surut organisasi dan berbagai peristiwa nasional yang turut mewarnai perjalanan organisasi ini. Khususnya di tahun 1985, ketika pemerintah mulai memberllakukan UU No. 08 tahun 1985 tentang keormasan khusus organisasi pelajar adalah OSIS, sedangkan organisasi lain seperti IPNU-IPPNU, IRM dan lainnya tidak diijinkan untuk memasuki lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pada Kongres IPPNU IX di Jombang tahun 1987, secara singkat telah mempersiapkan perubahan asas organisasi dan IPPNU yang kepanjangannya “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama” berubah menjadi “Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama”.
Selanjutnya, angin segar reformasi telah pula mempengaruhi wacana yang ada dalam IPPNU. Perjalanan organisasi ketika menjadi “putri-putri” dirasa membelenggu langkah IPPNU yang seharusnya menjadi organisasi pelajar di kalangan NU. Keinginan untuk kembali ke basis semula yakni pelajar demikian kuat, sehingga pada kongres XII IPPNU di Makasar tanggal 22-25 Maret tahun 2000 mendeklarasikan bahwa IPPNU akan dikembalikan ke basis pelajar dan penguatan wacana gender.
Namun, pengembalian ke basis pelajar saja dirasa masih kurang. Sehingga pada Kongres ke XIII IPPNU di Surabaya tanggal 18-23 Juni 2003, IPPNU tidak hanya mendeklarasikan kembali ke basis pelajar tetapi juga kembali ke nama semula yakni “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama”. Dengan perubahan akronim ini, IPPNU harus menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi pembangunan SDM generasi muda utamanya di kalangan pelajar putri dengan jenjang usia 12-30 tahun dan tidak terlibat pada kepentingan politik praktis yang bisa membelenggu gerak organisasi. Namun perlu juga dipahami bahwa akronim "pelajar" lebih diartikan pada upaya pengayaan proses belajar yang menjadi spirit bagi IPPNU dalam berinteraksi dan bersosialisasi dengan seluruh komponen masyarakat Indonesia dengan mengedepankan idealisme dan intelektualisme 
 
KEPENGURUSAN IPPNU
RANTING KLURAHAN
PERIODE 2009 - 2010

Pelindung : 1. Kepala Desa Desa Klurahan.
2. Rois Tanfidziyah dan Suriyah NU Ranting Klurahan.
Pembina : 1. Bapak Dandot Al-Khomsu
2. Bapak Nur Ali
3. Bapak Mohadi
4. Bapak Asy'ari
5. Bapak Nahrowi
6. Kang Zainal Arifin
7. Alumni Pengurus IPPNU Ranting Klurahan.
8. Pengurus PAC IPPNU ANCAB Ngronggot.
Ketua Umum : Dewi Ratnawati
Wakil Ketua : Karisti Agustina
Sekretaris : 1. Ratna ( Klurahan )
2. Ratna Rahayu Ningsih
Bendahara : 1. Anik Zuana (Sumbergayu)
2. Esti Palupi
Departemen - Departemen
Pengkaderan : 1. Sriamah (Sekombang)
Da'wah : 1. Lilik
Orseni : 1. Beti Setia Putri
2. Tutik
Humas : 1. Erlin Oktavia
2. Aulia Vita Shofa
Perlengkapan : 1. Siti Syamsiah
2. Rika Setiawati
Ketua Kelompok :
1. Gemarangan : Eli Kurnia Agustin
2. Sukorejo : Via
3. Sekombang : Vitria
4. Sumbergayu : Muntjayanah
5. Blumbang : Miftahul H
6. Klurahan : Dina
SUSUNAN KEPENGURUSAN
IPNU RANTING KLURAHAN
PERIODE 2009 - 2010
Pelindung : 1. Kepala Desa Desa Klurahan.
2. Rois Tanfidziyah dan Suriyah NU Ranting Klurahan.
Pembina : 1. Bapak Dandot Al-Khomsu
2. Bapak Nur Ali
3. Bapak Mohadi
4. Bapak Asy'ari
5. Bapak Nahrowi
6. Kang Zainal Arifin
7. Alumni Pengurus IPNU Ranting Klurahan.
8. Pengurus PAC IPNU ANCAB Ngronggot.
Ketua Umum : M. Fidyatma NuzalFandra
Wakil Ketua : M. Adib
Sekretaris : A. Rifa'i Arif
Bendahara : Hendri Sujatmiko
Departemen - Departemen
Pengkaderan : 1. Anang Khasbullah
2. A. Zainuddin
Da'wah : 1. Luqmanul Hakim
2. Yasin Klurahan
Orseni : 1. Agus Rudianto
2. Bustanul Arifin
Humas : 1. M. Zainuddin Mustofa
2. Najib Klurahan
Perlengkapan : 1. Puji Witarmen
2. Khoirul Klurahan
Ketua Kelompok :
1. Gemarangan Selatan
: Puguh
2. Gemarangan Utara
: Basir
3. Sukorejo
: Dimas
4. Sumber kepuh
: Saifuddin
5. Sekombang
: Khafid
6. Sumbergayu
: Abiyatma
7. Blumbang
: Fattah Kurrohman
8. Klurahan Utara
: Fu'ad (P. Bambang)
9. Klurahan Selatan
: Dhani
 
TATA LAKSANA
TATA LAKSANA KERJA / JOB DESCRIPTION
PENGURUS IPNU - IPPNU RANTING KLURAHAN
PERIODE 2009 - 2010
Pelindung : a. Melindungi derap langkah Pengurus dan Anggota IPPNU - IPPNU
b. Mengawasi dan memberi nasehat kepada Pengurus jika tindakannya di anggap ,menyimpang dari prosedur yang telah di tetapkan.
Pembina : a. Membimbing dan memotivasi serta mengarahkan Pengurus dalam menjalankan roda Organisasi.
b. Membantu dan memberi masukan kepada pengurus dalam merealisasikan Program kerja.
Ketua : a. Bertanggung jawab sepenuhnya atas segala aktifitas Organisasi, Pengontrol, dan pengawas segala program atau aktifitas yang telah di canangkan.
Wakil Ketua : a. Penanggung Jawab dan Koordinator Pengkaderan
b. Penanggung Jawab dan Koordinator Departemen Orseni, dan Humas.
c. Penanggung Jawab dan Koordinator Departemen Da'wah.
Sekretaris : a. Melengkapi Administrasi, menyusun Kalender Kerja, dan Konseptor.
b. Arsiptor dan menjadio Notulen dalam setiap kegiatan musyawarah.
Bendahara : a. Penanggung Jawab dalam masalah Keuangan, Pengontrol alokasi kekuangan, dan pengawas keluar masuknya uang.
Departemen Departemen.
Pengkaderan : a. Membina dan mempersiapkan Anggota menjadi Kader yang berkualitas.
b. Menciptakan Generasi Penerus Anggota IPNu IPPNU Sebanyak-banyaknya.
Da'wah : a. Penanggungjawab kegiatan IPNU IPPNU yang bersifat Religius.
Humas : a. Sebagai penghubung dengan Seluruh Anggota Setiap masing - masing Kelompok dengan Organisasi lain dan masyarakat.
Orseni : a. Penanggung Jawab kegiatan IPNU-IPPNU yang bersifat umum dan menyeluruh Seperti PHBN, Hadrah, Mars, Peringatan HARLAH dll.
Perlengkapan : a. Penganggung Jawab seluruh Perlengakapan milik IPNU IPPNU Seperti Soundsytem, Alat Hadrah dll.
Ketua Kelompok : a. Sebagai Penghubung antara Anggota dan Pengurus.
b. Bertanggung Jawab atas Kegiatan Rutinan IPNU IPPNU.
c. Bertugas mencari Anggota IPNU IPPNU Sebanyak Banyaknya.